Beijing Tuding Filipina "Kacaukan" Perdamaian di Laut China Selatan
ParsToday – Beijing menuduh Manila mengganggu stabilitas kawasan dengan menggelar patroli bersama negara-negara di luar kawasan di Laut China Selatan.
Melaporkan dari Reuters, IRNA pada Jumat, 27 Februari 2026, militer Tiongkok hari ini mengumumkan telah melakukan patroli rutin di Laut Tiongkok Selatan pada 23-26 Februari. Dalam pernyataan yang sama, Tiongkok menuduh Filipina "mengacaukan perdamaian dan stabilitas" kawasan dengan mengadakan patroli bersama negara-negara ekstra-regional.
Juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok, Zhai Shicheng, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pasukannya "dengan tegas akan melindungi kedaulatan teritorial serta hak dan kepentingan maritim Tiongkok, dan dengan teguh akan menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan."
Angkatan Bersenjata Filipina hari Jumat mengumumkan bahwa angkatan laut Filipina, Amerika Serikat, dan Jepang pekan ini menggelar latihan bersama di perairan yang sama untuk meningkatkan kerja sama antar sekutu militer.
Sengketa teritorial di Laut China Selatan melibatkan klaim kedaulatan atas pulau-pulau dan perairan di kawasan tersebut, menimbulkan konflik antara Tiongkok, Taiwan, Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.
Diperkirakan 3,37 triliun dolar AS perdagangan global melintasi Laut China Selatan setiap tahunnya, mencakup sepertiga perdagangan maritim dunia. Manila menuduh Beijing membangun pulau-pulau buatan di bagian Laut China Selatan yang menjadi sengketa kedaulatan antara Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia.
Pejabat Tiongkok berulang kali menegaskan hak kedaulatan mereka yang tak terbantahkan atas Kepulauan Nansha, termasuk Pulau Ren'ai dan perairan sekitarnya. Mereka menuding Manila telah melanggar integritas teritorial Tiongkok dan bertindak bertentangan dengan "Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut Tiongkok Selatan" serta komitmen negara itu.(sl)