Paris: AS Tolak Pengecualian Perusahaan Perancis dari Sanksi Anti-Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i59824-paris_as_tolak_pengecualian_perusahaan_perancis_dari_sanksi_anti_iran
Perancis menyatakan AS telah menolak permintaannya untuk membebaskan perusahaan-perusahaan Perancis dari sanksi yang direncanakan diberlakukan Washington terhadap Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 13, 2018 15:33 Asia/Jakarta
  • Bruno Le Maire
    Bruno Le Maire

Perancis menyatakan AS telah menolak permintaannya untuk membebaskan perusahaan-perusahaan Perancis dari sanksi yang direncanakan diberlakukan Washington terhadap Iran.

Menteri Keuangan Perancis, Bruno Le Maire, mengatakan Departemen Keuangan AS telah secara resmi menginformasikan kepada Paris bahwa tidak ada pengecualian yang akan diberikan kepada perusahaan Perancis dalam berurusan dengan Iran setelah sanksi dipulihkan.

 

"Kami baru saja menerima tanggapan Menteri Keuangan Steve Mnuchin: itu negatif," kata Le Maire kepada koran Le Figaro dalam wawancara yang dipublikasikan Jumat (13/7/2018).

 

Menteri Perancis mengatakan Eropa perlu bereaksi cepat dan melindungi kedaulatan ekonominya.

 

Menteri Luar Negeri dan Keuangan Perancis, Jerman dan Inggris menulis surat kepada para pejabat senior AS bulan lalu, memilih sektor-sektor utama yang mereka ingin dikecualikan dari sanksi AS.

 

Dalam surat mereka, para menteri Eropa menginginkan bidang-bidang utama, termasuk farmasi, kesehatan, energi, otomotif, penerbangan sipil, infrastruktur, dan perbankan dikecualikan dari sanksi.

 

Para menteri telah mengatakan langkah-langkah AS, termasuk sanksi sekundernya yang dapat mencegah Uni Eropa mempertahankan perjanjian nuklir JCPOA yang ditandatagani dengan Iran pada 2015, dan akan mengancam keamanan kepentingan Eropa.

 

Sebelumnya pada bulan Juni, Le Maire mengatakan bahwa Eropa harus membangun lembaga keuangan independen yang akan kebal terhadap hukuman AS yang katanya sudah membuat mustahil bagi perusahaan-perusahaan Eropa untuk berbisnis dengan Iran.

 

Sejumlah perusahaan besar Perancis seperti Total dan produsen mobil PSA telah menghentikan kegiatan mereka di Iran, namun Renault bersikeras akan bertahan.

 

Di sisi lain, Republik Islam Iran sebelumnya telah meminta jaminan faktual dari negara-negara penandatangan JCPOA di Eropa, dan menegaskan bahwa Republik Islam akan keluar dari JCPOA jika Iran tidak dapat memanfaatkan keuntungan dari kesepakatan internasional tersebut.(MZ)