Kontradiksi Pejabat AS Soal Dialog dengan Iran
-
Donald Trump dan Hassan Rouhani
Menyusul klaim Presiden Amerika Serikat bahwa ia siap untuk bertemu "tanpa prasyarat" dengan para pejabat Iran, jurubicara Dewan Keamanan Nasional AS secara kontradiksi nyata mengatakan bahwa ia telah menetapkan syarat bagi Tehran.
Menurut laporan AFP, sebagai kelanjutan dari pernyataan kontroversi lewat pidato Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang disampaikan baru-baru ini tentang kesiapannya untuk bertemu tanpa prasyarat dengan pejabat Iran, jurubicara Dewan Keamanan Nasional AS, Gareth Marcus, telah melanggar klaim pernyataan sebelumnya soal "sebuah pembicaraan tanpa prasyarat" dan mengatakan bahwa menghapus sanksi Iran tergantung pada "perubahan nyata dan berkelanjutan" Tehran.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo dalam sebuah langkah yang disebut oleh banyak ahli Amerika sedang mencoba untuk mengubah sikap Trump langsung melakukan wawancara dan berkata, sekalipun mendukung dialog dengan Iran, tapi pelaksanaannya tergantung pada prasyarat.
Trump sejak memulai masa kepresidenannya di Amerika langsung menekan rakyat Iran dan di sisi lain juga menekan negara-negara lain untuk memutuskan hubungan perdagangan dengan Republik Islam Iran, hari Senin malam (30/7) di Gedung Putih mengklaim siap melakukan pertemuan dengan para pejabat Iran tanpa prasyarat.
Presiden Amerika Serikat dalam konferensi persnya bersama Perdana Menteri Australia mengatakan akan mendorong negara-negara lain untuk menekan Iran.