Mencermati Kegeraman Eropa atas Sanksi AS dan Tegas Mempertahankan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i63643-mencermati_kegeraman_eropa_atas_sanksi_as_dan_tegas_mempertahankan_jcpoa
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat selalu mengambil posisi menentang Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) yang telah ditandatangani antara Iran dan kelompok 5 +1 pada bulan Juli 2015, dan menganggapnya sebagai kesepakatan terburuk. Akhirnya, pada 8 Mei 2018 ia mengumumkan penarikan diri Amerika Serikat dari JCPOA dan pemulihan kembali sanksi nuklir ilegal terhadap Iran pada bulan Agustus dan November 2018.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Okt 31, 2018 10:09 Asia/Jakarta
  • Bendera Amerika Serikat dan Uni Eropa
    Bendera Amerika Serikat dan Uni Eropa

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat selalu mengambil posisi menentang Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) yang telah ditandatangani antara Iran dan kelompok 5 +1 pada bulan Juli 2015, dan menganggapnya sebagai kesepakatan terburuk. Akhirnya, pada 8 Mei 2018 ia mengumumkan penarikan diri Amerika Serikat dari JCPOA dan pemulihan kembali sanksi nuklir ilegal terhadap Iran pada bulan Agustus dan November 2018.

Sebaliknya, Eropa bersikeras mempertahankan kepentingannya sendiri dengan mempertahankan JCPOA. Dengan alasan itu pula, Iran dan Uni Eropa telah melakukan pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir untuk mengambil sejumlah langkah untuk mempertahankan JCPOA. Iran telah memberi Eropa kesempatan untuk mempertahankan JCPOA tanpa Amerika serikat guna menciptakan mekanisme bagi kelangsungan kesepakatan ini. Pada saat yang sama, Eropa berulang kali menekankan ketidaksetujuan mereka dengan Washington dan mengecam sanksi nuklir baru terhadap Iran.

Dalam hal ini, Gerard Araud, Duta Besar Perancis untuk Amerika Serikat, pada hari Senin dalam pertemuan di Washington, kembali mengritik penarikan diri Washington dari kesepakatan nuklir dengan Iran seraya mengatakan, Uni Eropa memiliki perselisihan mendasar dengan Amerika Serikat mengenai masalah JCPOA.

Gerard Araud, Duta Besar Perancis untuk Amerika Serikat

Araud menambahkan, kami memiliki perselisihan politik dengan Amerika Serikat terkait kesepakatan nuklir yang fundamental. Ini bukan debat bisnis, tetapi masalah politik. Kami harus menerima ini. Dalam pandangan kami, keputusan Washington untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir adalah kesalahan besar.

Dari sudut pandang Eropa, runtuhnya JCPOA dan pembatalan perjanjian ini akan memiliki banyak efek negatif pada perdamaian dan keamanan internasional, sementara secara serius mempertanyakan kredibilitas diplomasi Eropa. Pertimbangan-pertimbangan ini telah mendorong para pejabat senior Uni Eropa, termasuk Federica Mogherini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dan beberapa pemimpin Eropa menuntut untuk mempertahankan JCPOA sehubungan dengan keefektifannya.

Terlepas dari ancaman Washington dan perang psikologis, Brussels telah menggarisbawahi kelanjutan dari upaya untuk mempertahankan JCPOA. Masalah lain yang menimbulkan kemarahan dan kekhawatiran Eropa adalah penekanan dan tindakan pemerintah Trump untuk mengimplementasikan secara luas dari putaran kedua sanksi nuklir terhadap Iran, pada 4 November 2018 mencakup sanksi minyak dan bank Iran. Tindakan Amerika yang disertai dengan penerapan sanksi sekunder terhadap perusahaan dan negara yang terus mengejar hubungan minyak dan perbankan mereka dengan Iran telah menjadi sumber protes dan kemarahan Eropa.

Dalam hal ini, Gerard Araud mengatakan, karakter ekstra teritorial dari sanksi Amerika Serikat semakin tidak dapat diterima oleh opini publik Eropa dan kita juga harus mempertimbangkan opini publik Eropa.

Eropa menganggap sanksi sekunder dan ekstra teritorial Amerika Serikat sebagai indikasi arogansi Washington dan penyalahgunaan posisinya dalam perdagangan dan keuangan internasional.

Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Perancis

Menurut Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Perancis, saat ini Amerika Serikat telah menerapkan sanksi yang rencananya diperluas melalui tindakan ekstra teritorial dan akan mengenai perusahaan-perusahaan non-AS yang beroperasi di Iran yang terus memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan ekonomi AS akan menjadi subjek komunikasi karena menggunakan dolar. Langkah-langkah ekstra teritorial ini ilegal tetapi dapat dilaksanakan.

Dari sudut pandang pejabat senior dan opini publik Eropa, sanksi ekstra teritorial Amerika Serikat adalah ilegal dan hanya mengarah pada perluasan ketidakstabilan keuangan dan perdagangan di dunia. Amerika berpura-pura bahwa mereka tidak peduli tentang langkah-langkah Eropa untuk mempertahankan JCPOA seperti menerapkan undang-undang "blocking statute" dan menyediakan mekanisme untuk melanjutkan bisnis dan keuangan dengan Iran. Masalah ini memerlukan reaksi lebih serius dan tegas Eropa terhadap langkah-langkah sepihak dan arogan Trump.