Klaim Konyol Amerika Di Balik Sanksi Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i63950-klaim_konyol_amerika_di_balik_sanksi_iran
Putaran kedua sanksi Amerika Serikat secara langsung menargetkan rakyat Iran, dan segala jenis proyeksi (menyalahkan pihak lain) dalam hal ini merupakan sebuah upaya untuk mencari pembenaran di hadapan publik Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 08, 2018 15:10 Asia/Jakarta
  • Tahap kedua sanksi Iran yang menargetkan sektor minyak dan perbankan mulai berlaku pada 4 November lalu.
    Tahap kedua sanksi Iran yang menargetkan sektor minyak dan perbankan mulai berlaku pada 4 November lalu.

Putaran kedua sanksi Amerika Serikat secara langsung menargetkan rakyat Iran, dan segala jenis proyeksi (menyalahkan pihak lain) dalam hal ini merupakan sebuah upaya untuk mencari pembenaran di hadapan publik Iran.

Ketua Kelompok Aksi Iran, Brian Hook dalam sebuah statemen pada Selasa lalu, mengklaim bahwa meskipun adanya sanksi ketat terhadap Iran, penjualan makanan, obat-obatan, peralatan medis, dan komoditas pertanian tetap dikecualikan dari sanksi.

Dalam menanggapi klaim itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi mengatakan, para pejabat AS dengan kebohongan dan tipu daya berusaha untuk mengesankan tindakan bermusuhan dan aksi kejamnya terhadap bangsa Iran sebagai sebuah langkah yang sejalan dengan kepentingan masyarakat.

Hook pada Rabu kemarin juga mengatakan strategi tekanan maksimum AS akan diterapkan untuk menekan pendapatan minyak Iran. Dia bahkan melangkah lebih jauh lagi dan mengancam bahwa negara mana pun tidak memiliki hak untuk mengangkut minyak Iran atau memberikan asuransi kepada kapal-kapal Iran.

Bentuk dan kerangka sanksi AS mengejar sebuah tujuan utama yaitu memberikan tekanan pada rakyat Iran secara ekonomi. Menghentikan total penjualan minyak Iran dan menjatuhkan sanksi pada sektor transportasi udara dan laut Iran secara langsung terkait dengan kehidupan masyarakat, dan melanggar hak asasi manusia berdasarkan hukum internasional.

Brian Hook.

Dalam hal ini, Pelapor Khusus PBB untuk HAM, Idris al-Jaziri mengatakan sanksi baru AS akan merugikan masyarakat biasa di Iran. "Penerapan kembali sanksi sepihak AS terhadap Republik Islam Iran, tidak sah, kejam, dan merugikan," tegasnya.

Permusuhan AS terhadap rakyat Iran sangat jelas dengan penerapan sanksi yang tidak ada habisnya. Jadi, para pejabat Washington tidak bisa mengklaim mendukung rakyat Iran selama periode sanksi. Tentu saja, ini bukan sesuatu yang baru karena sanksi AS terhadap rakyat Iran sudah berlangsung sejak kemenangan Revolusi Islam.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam sebuah pidato pada 3 November 2018 di Tehran, mengatakan salah satu manuver AS selama 40 tahun ini adalah pemanfaatan perang ekonomi.

"Jika mereka sekarang berkata bahwa sanksi adalah sebuah langkah baru terhadap Iran, sebenarnya mereka sedang menipu diri sendiri atau bangsa Amerika, karena sanksi sudah ada sejak awal kemenangan Revolusi Islam," ujarnya.

AS senantiasa mengambil tindakan bermusuhan terhadap bangsa Iran pasca kemenangan Revolusi Islam. Pembekuan aset Iran di Amerika hanyalah sebuah contoh dari tindakan anti-HAM yang dilakukan Washington. AS juga melarang impor obat-obatan dan pembelian pesawat sipil oleh Iran, yang secara langsung berdampak pada keselamatan rakyat Iran.

Rakyat Iran sudah sangat paham dengan kebijakan arogan Amerika dan mereka tidak akan termakan tipu daya dan propaganda para pejabat Gedung Putih.

Sejarah 40 tahun Revolusi Islam mencatat bahwa pemerintah AS termasuk pemerintahan Presiden Donald Trump adalah bukan sahabat bangsa Iran, dan kisah permusuhan mereka dalam berbagai periode akan terekam dalam sejarah. (RM)