Atwan: Israel Menuju Titanic, Poros Perlawanan Mengancam
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i193160-atwan_israel_menuju_titanic_poros_perlawanan_mengancam
Pars Today – Abdul Bari Atwan, analis Arab terkenal, dengan merujuk pada pernyataan seorang perwira militer purnawirawan rezim Israel tentang mendekati situasi bencana, mengatakan: Proses keruntuhan Israel semakin cepat dan pernyataan-pernyataan ini sendiri adalah tanda jelas untuk itu.
(last modified 2026-07-14T12:15:20+00:00 )
Jul 14, 2026 19:10 Asia/Jakarta
  • Atwan, pakar Arab
    Atwan, pakar Arab

Pars Today – Abdul Bari Atwan, analis Arab terkenal, dengan merujuk pada pernyataan seorang perwira militer purnawirawan rezim Israel tentang mendekati situasi bencana, mengatakan: Proses keruntuhan Israel semakin cepat dan pernyataan-pernyataan ini sendiri adalah tanda jelas untuk itu.

Menurut laporan IRNA Selasa (14/7), Atwan dalam sebuah artikel di surat kabar Rai al-Youm menulis: "Salah satu deskripsi terkuat dan paling akurat tentang situasi keruntuhan yang dialami rezim pendudukan Israel akhir-akhir ini dan kemungkinan akan meningkat dalam waktu dekat, adalah deskripsi  Itzhak Brik, seorang perwira militer purnawirawan Israel. Ia mengatakan: 'Situasi kami saat ini mengingatkan kami orang-orang Israel pada penumpang kapal Titanic yang di geladaknya tenggelam dalam makan, minum, dan menari, dan tidak ada seorang pun yang menyadari gunung es mengerikan yang berada di hadapan mereka beberapa menit sebelum tabrakan bencana.'"

 

Atwan menulis: "Realitas saat ini adalah bahwa ada sebuah gunung raksasa bernama 'Poros Perlawanan' yang dipimpin oleh Iran, yang telah menciptakan gunung-gunung es yang lebih kecil yang secara kolektif mampu mengubah peta-peta strategis tidak hanya di Asia Barat tetapi juga di seluruh dunia."

 

Ia menambahkan: "Ya, militer Israel, yang para pemimpin dan pemukimnya dulu membanggakan diri mereka atas ketakterkalahkan mereka, menyaksikan erosi kemampuan mereka untuk melakukan misi-misi defensif dan ofensif. Sebagaimana Jenderal Brik sendiri mengakui, Israel telah memasuki fase kelelahan. Erosi ini disebabkan oleh berakhirnya era supremasi mutlaknya, berkat kemunculan kekuatan-kekuatan Arab dan Islam lainnya yang memiliki rudal-rudal yang sangat canggih yang sulit dicegat dan drone-drone bunuh diri yang mampu mencapai target mereka, menembus pertahanan udara Israel, dan membunuh serta melukai sejumlah besar tentara Israel, baik di kendaraan lapis baja dan tank maupun di barak-barak mereka."

 

Atwan melanjutkan: "Era di mana serangan udara Israel dapat menentukan pertempuran dalam hitungan jam, telah berlalu selamanya. Selain itu, kredibilitas kekuatan militer AS sebagai pelindung rezim pendudukan, penjamin keamanan dan umurnya, serta penyedia semua elemen kekuatannya, dengan cepat terkikis di perairan Selat Hormuz dan Laut Arab."

 

Ia menulis: "Banyak dari kita harus bersyukur kepada Tuhan bahwa rezim pendudukan mendorong Donald Trump, Presiden AS, untuk mengirim kapal induk dan kapal perangnya serta terlibat dalam agresi arogan terhadap Iran, dengan harapan menggulingkan sistemnya, melenyapkan para pemimpinnya dalam pembunuhan-pembunuhan demonstratif, memberantas program nuklir dan rudalnya, dan memaksanya menyerah sepenuhnya serta mengibarkan bendera putih; tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Trump, yang mengancam dengan senjata nuklir dan pemusnahan massal, kini tidak bisa tidur karena takut dibunuh."

 

Atwan menulis: "Israel tidak berubah, dan keruntuhannya yang dipercepat bukan karena alasan internal atau tarian penumpangnya di geladak kapalnya, tetapi karena kamilah, atau sebagian dari kami secara khusus, yang telah berubah. Kami telah memperoleh alat-alat kekuasaan."

 

Analis ini menulis: "Perang saat ini telah menjadikan lima puluh pangkalan AS di kawasan sebagai bahan ejekan dan beban strategis, pangkalan-pangkalan yang tidak mampu melindungi diri mereka sendiri."

 

Ia menyatakan: "Ketika Netanyahu mengabaikan ancaman-ancamannya untuk membombardir Dahiyah Selatan Beirut dan menutup Bandara Beirut karena rasa takut terhadap rudal-rudal Iran, Hizbullah, dan Ansarullah Yaman, ini adalah tanda terkuat dari keruntuhan yang dipercepat yang diprediksi oleh Itzhak Brik, jenderal purnawirawan Israel, dan mendekatnya 'Titanic' Israel ke gunung es besar perlawanan." (MF)