Ketika Trump Berbicara Melawan Dunia di PBB
https://parstoday.ir/id/news/world-i74113-ketika_trump_berbicara_melawan_dunia_di_pbb
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak berkuasa di negara ini condong terhadap pendekatan dan kebijakan unilateralisme dalam menyikapi isu-isu global. Trump dengan slogan America First menekankan pengabaian terhadap dunia.
(last modified 2026-04-05T11:58:22+00:00 )
Sep 25, 2019 23:44 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump saat pidato di sidang Majelis Umum PBB
    Presiden AS Donald Trump saat pidato di sidang Majelis Umum PBB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak berkuasa di negara ini condong terhadap pendekatan dan kebijakan unilateralisme dalam menyikapi isu-isu global. Trump dengan slogan America First menekankan pengabaian terhadap dunia.

Trump di sikap terbarunya terkait isu regional hari Selasa 23 September saat menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB kembali mengulang pendekatan nasionalisnya dan ia menekankan penentangannya terhadap globalisasi. Ia juga mengkritik dan memperingatkan sekutu dan rival Amerika. Sejatinya pidato tahunan Trump cenderung fokus pada tiga isu, Iran, Cina dan nasionalisme ketimbang isu-isu lainnya.

Trump di bagian pertama pidatonya fokus pada nasionalisme yang tercermin dalam slogan Amerika First. Dan menurut anggapannya ia membela ide ini. Trump mengatakan, "Masa depan bukan milik universalisme, tapi milik patriotis. Masa depan milik bangsa-bangsa independen dan memiliki hak kedaulatan yang membela rakyatnya, menghormati tetangganya dan bangga dengan perbedaan yang membuat setiap negara istimewa. Oleh karena itu, kami di Amerika tengah menjalankan program unik "kebangkitan nasional"."

Sejatinya Trump membidik wacana baru nasionalisme di mana manifestasinya di kebijakan luar negeri adalah unilateralisme. Koran Wall Street Journal seraya mengisyaratkan kecenderungan nasionalisme Trump di hadapan arus globalisme dan multilateralisme menulis, "Trump di PBB meminta negara dunia memprioritasnya warganya dan menolak globalisme. Dalam perspektif presiden AS, apa yang terpenting dan bernilai adalah kepentingan dan tujuan Amerika baik di tingkat dalam negeri maupun di tingkat global. Menurut anggapannya, karena AS adalah kekuatan ekonomi dan militer terkuat di dunia, maka negara lain harus mengikuti Washington dan harus merealisasikan setiap yang diinginkan Amerika. Selain itu, Trump pada dasarnya mengabaikan pandangan dan tuntutan negara lain, bahkan ia menghina sekutunya sendiri. Ia meyakini bahwa seluruh dunia baik mitra maupun rival Amerika senantiasa menyalahgunakannya dan kini saatnya untuk mengubah kondisi. Pendekatan Trump ini menuai kritikan dan penentangan luas di tingkat internasional.

Trump di pidatonya kembali mengingatkan isu ketidakadilan saham dan iuran di masalah pertahanan oleh mitra Amerika. Ia juga mengingatkan pentingnya mengubah proses perdagangan internasional saat ini. Trump mengatakan, "Seluruh mitra kami harus membayar saham secara adilnya terkait beban berat pertahanan. Beban yang mayoritasnya ditanggung Amerika. Di garis depan rencana kami untuk revitalisasi nasional adalah kampanye ambisius untuk mereformasi perdagangan internasional. Selama beberapa dekade sistem perdagangan internasional denganmudah disalahgunakan oleh negara-negara yang memiliki pendekatan buruk."

Berdasarkan ide ini, Trump menempatkan konfrontasi dan perang dagang dengan seluruh ekonomi global di agenda kerjanya. Meski demikian klaim Trump terkait perdagangan internasional yang tidak adil dan merugikan Amerikab ukan saja ditolak oleh mitra dan rival dagang Washington khususnya Uni Eropa dan Cina, bahkan organisasi finansial dan perdagangan seperti IMF dan WTO berulang kali memperingatkan dampak berbahaya kebijakan dan langkah proteksionisme Trump di sektor perdagangan dan berlanjutnya pendekatan ini membuat penurunan laju ekonomi global dan meletusnya perang dagang. Masalah ini termanifestasikan di perang dagang AS dan Cina. (MF)