Koridor Energi Trilateral, Tehran-Moskow-Baku
Menteri Ekonomi Republik Azerbaijan Shahin Mustafayev mengumumkan kerja sama Tehran-Moskow-Baku untuk menyiapkan rencana pembangunan koridor energi listrik di jalur utara ke selatan.
Kerjasama trilateral antara Iran, Rusia dan Republik Azerbaijan di bidang kelistrikan menjadi isu penting bagi ketiga negara ini. Sebab, kemitraan ini akan mendorong kerja sama lainnya di sektor ekonomi, keuangan, politik, budaya, bahkan pertahanan.
Mengingat pentingnya jaringan listrik tersebut, para pengamat memandang kerja sama trilateral antara Iran, Rusia dan Republik Azerbaijan tidak hanya penting bagi ketiga negara, tapi juga bagi negara-negara lain di kawasan. Para ahli dari berbagai negara telah menganalisis masalah ini dari perspektif kepentingan nasionalnya. Misalnya, pemerintah Armenia memandang kerja sama seperti itu bertentangan dengan kepentingan nasional.
Namun, para ahli menilai pemerintah Armenia harus beradaptasi dengan kondisi baru dan berpartisipasi dalam masalah regional dan internasional dengan memainkan peran kontributifnya. Mengenai masalah ini, analis politik Armenia, Levon Shirinyan mengungkapkan, "Rusia perlu memperluas hubungan ekonominya dengan Republik Islam Iran serta Republik Azerbaijan dan berupaya memperkuat kemitraan tersebut. Dalam konteks ini, kerja sama Rusia dengan Armenia juga rasional dan penting."
Ketiga negara juga memiliki potensi dalam kerja sama di bidang minyak dan gas alam, transit, kereta api, transportasi dan komunikasi, kerja sama moneter dan perbankan, kerja sama lintas batas, anti-terorisme, serta kerja sama di sektor budaya.
Para pemimpin Tehran, Moskow dan Baku juga bisa meluncurkan kerja sama di bidang lain dalam pertemuan mendatang. Mengingat tren positif kerja sama trilateral antara Iran, Rusia dan Republik Azerbaijan bisa dikatakan bahwa kerja sama ini ada di tangan para pemimpin ketiga negara untuk membuka babak baru dalam hubungan trilateral.
Perlu dicatat bahwa kerja sama Iran dengan Republik Azerbaijan, khususnya di bidang energi telah dimulai sejak kemerdekaannya di awal 1990-an. Kemitraan ini berlanjut, terutama selama puncak perang Nagorno-Karabakh. Selain bantuan kemanusiaan, Iran juga memberikan banyak bantuan, termasuk listrik ke beberapa bagian Republik Azerbaijan.
Selama beberapa tahun terakhir, kerja sama tersebut terus berlanjut, terutama dalam konteks bantuan Tehran terhadap pemerintah Otonomi Nakhchivan. Itulah sebabnya para pejabat Baku senantiasa menghargai bantuan Iran, terutama dalam dekade terakhir abad ke-20. Pejabat Republik Azerbaijan berulangkali mengakui fakta bahwa tanpa bantuan Tehran, Republik Azerbaijan akan kehilangan bagian lain dari wilayahnya, daerah Otonomi Nakhchivan. Secara keseluruhan, kerja sama trilateral antara Tehran, Moskow dan Baku dapat dilihat sebagai hasil kerja sama yang konstruktif antara ketiga negara.(PH)