Varian Baru Covid-19, Alarm Bahaya bagi Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i88479-varian_baru_covid_19_alarm_bahaya_bagi_eropa
Pandemi virus Corona di dunia termasuk Eropa telah menimbulkan kerusakan ekonomi yang parah dan konsekuensi sosial yang mengerikan bagi negara-negara di benua itu. Inggris sekarang menemukan jenis baru virus Corona yang menjadi alarm tanda bahaya bagi masyarakat Eropa.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 21, 2020 13:01 Asia/Jakarta
  • Varian Baru Covid-19, Alarm Bahaya bagi Eropa

Pandemi virus Corona di dunia termasuk Eropa telah menimbulkan kerusakan ekonomi yang parah dan konsekuensi sosial yang mengerikan bagi negara-negara di benua itu. Inggris sekarang menemukan jenis baru virus Corona yang menjadi alarm tanda bahaya bagi masyarakat Eropa.

Pemerintah Inggris telah memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang penyebaran yang sangat cepat dari jenis baru virus Corona. Menurut Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, varian baru Covid-19 menyebar hingga 70 persen lebih cepat dibandingkan jenis sebelumnya.

Pemerintah konservatif pada Sabtu lalu mengumumkan karantina kedua kota London serta wilayah tenggara dan sebagian timur Inggris. Keputusan ini berdampak terhadap lebih dari 16 juta warga negara itu. Menteri Kesehatan Matt Hancock mengonfirmasi karantina baru di London dan beberapa bagian Inggris, dan menyebut mutasi baru virus Corona berada di luar kendali.

Wabah virus Covid-19 tampaknya akan bertahan lama di banyak belahan dunia, termasuk Eropa. Terlepas dari banyaknya langkah yang telah diambil sejak tahun 2019 untuk membatasi penyebaran Covid-19, tetapi reaksi virus ini khususnya kemunculan varian yang bermutasi telah menjadi persoalan utama di dunia.

Kepala penasihat ilmiah Inggris, Sir Patrick Vallance mengatakan varian baru virus Corona selain menyebar dengan cepat, telah menjadi jenis dominan yang menyebabkan naiknya jumlah pasien rawat inap pada Desember ini.

Inggris sekarang menghadapi krisis baru sebagai sumber salah satu dari mutasi virus Corona. Saat ini Inggris berada pada urutan teratas daftar negara-negara Eropa dari segi kasus penularan dan angka kematian, dan dapat diprediksi kondisi masyarakat Inggris akan semakin memburuk dengan merebaknya varian baru Corona.

Penanganan wabah Corona di salah satu rumah sakit di Inggris.

Pemerintah konservatif Inggris saat ini terlibat dalam perselisihan besar dengan Uni Eropa tentang masalah Brexit. Dengan adanya perselisihan yang belum terpecahkan ini, Inggris tampaknya akan meninggalkan Uni Eropa tanpa mencapai kesepakatan Brexit.

Jika skenario ini terjadi, situasi ekonomi dan sosial di Inggris akan menjadi lebih buruk. Inggris sekarang dalam proses transisi dan negara-negara Eropa telah memperketat aturan perjalanan sejak negara itu mengumumkan penemuan jenis baru Corona.

Sejak awal pandemi Corona, Inggris mengambil kebijakan independen serta kurang memperhatikan kepentingan dan tindakan kolektif di tingkat Eropa untuk menangkalnya. Oleh karena itu, negara-negara Eropa juga mengambil pendekatan yang tidak bersahabat terhadap Inggris dalam kasus ini.

Banyak negara Eropa mengambil langkah-langkah keamanan untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19. Belanda, Italia, Belgia, Bulgaria dan Luksemburg telah menghentikan semua penerbangan dari dan ke Inggris. Beberapa negara bahkan menghentikan perjalanan kereta api ke Inggris.

Jerman – sebagai presiden Uni Eropa saat ini – menyerukan pertemuan khusus untuk membahas cara-cara menangani varian baru Covid-19 yang disebut Corona Inggris.

Pembatasan yang ketat dan karantina baru di Inggris diperkirakan akan memukul banyak sektor bisnis dan menambah jumlah pengangguran. Hal ini akan menyebabkan resesi lebih lanjut di Inggris, di samping menyuburkan penyakit sosial masyarakat seperti meningkatnya perselisihan keluarga, naiknya angka kriminalitas, dan dampak-dampak lain. (RM)