Ramadhan, Bulan Tuhan (3)
Tempat dan waktu secara mandiri tidak memiliki keutamaan apapun, tapi peristiwa penting yang terjadi di dalamnya-lah yang memberikan keunggulan kepada tempat dan waktu. Allah Swt menyebut bulan Ramadhan memiliki keutamaan karena di dalamnya Al Quran diturunkan. Selain itu, Allah Swt juga menjelaskan beberapa sifat unggul Al Quran.
Salah satunya bahwa Al Quran adalah pemberi hidayah, dan yang lebih penting, Al Quran memberi kesempatan kepada manusia untuk membedakan hak dan batil sehingga pada akhirnya ia bisa meraih hakikat.
Di dalam suasana maknawi bulan suci Ramadhan, setiap orang berusaha menemukan jalan kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dengan mengharapkan taufik dari Allah Swt bagi seluruh orang yang berpuasa, kami memulai acara ini dengan mengutip doa Imam Sajjad as sebagai berikut:
"Segala puji hanya milik Allah Swt yang menganugerahkan kepada kita agama Islam dan menempatkan kita di jalan kebaikan-Nya. Ya Allah sampaikan shalawat serta salam kami untuk Nabi Muhammad Saw beserta keluarganya dan berikanlah kemampuan kepada kami untuk mengenal keutamaan bulan Ramadhan, menghormati keagungannya dan menghindari segala sesuatu yang dilarang bagi kami untuk melakukannya di bulan ini. Ya Allah, jadikanlah bulan Ramadhan dipenuhi dengan bisikan-bisikan ibadah kami, dan siang malamnya dihiasi dengan ketaatan kami, tolonglah kami agar bisa menjalankan puasa di hari-harinya dan berdoa di malam-malamnya kepada-Mu hingga waktu sahur tiba." (penggalan doa ke-44, Shahifah Sajjadiyah)
Di bulan suci Ramadhan, di kota-kota dan desa Iran terasa suasana yang berbeda. Masyarakat Iran menyambut tibanya bulan suci Ramadhan, dan beberapa hari sebelum Ramadhan mereka telah menyiapkan kebutuhan pokok untuk hari-hari di bulan ini, juga membersihkan rumah serta masjid-masjid. Di bulan suci, majelis-majelis Al Quran ramai dihadiri oleh para pemuda. Majelis-majelis itu digelar di masjid-masjid dan tempat-tempat keagamaan dengan penuh kemeriahan. Para ulama menyampaikan tafsir Al Quran dan menjelaskan poin-poin pendidikan akhlak dan sosial.
Di sisi lain, kehadiran masyarakat Iran di masjid-masjid dan tempat keagamaan, menjadi kesempatan yang baik bagi mereka untuk melakukan amal baik dan membantu orang yang membutuhkan. Pabrik-pabrik, instansi pemerintah dan lembaga lainnya mengubah waktu kerja mereka untuk membantu orang-orang yang berpuasa dan memenuhi kebutuhan mereka di bulan ini. Tradisi memberikan makanan berbuka tersebar luas di tengah masyarakat Iran sebagaimana juga di negara-negara Muslim lain. Silaturahmi dan mengunjungi teman dan sahabat di saat berbuka atau setelahnya, juga menjadi tradisi warga Iran di bulan suci Ramadhan. Anak-anak yang baru pertama kali menjalankan ibadah puasa, menerima banyak hadiah sehingga bersemangat dalam berpuasa dan memiliki kesan yang baik atas bulan penuh berkah ini.
Di hari-hari bulan Ramadhan, toko-toko kue ramai pengunjung. Setiap kota di Iran punya kue khas tersendiri. Begitu juga toko makanan yang lain di Iran menyediakan makanan-makanan khusus bulan suci ini. Ketika tiba waktu sahur, keluarga-keluarga Muslim di Iran berkumpul dalam suasana penuh kasih sayang, dan menikmati hidangan sahur. Setelah menyantap hidangan sahur dan mendengar lantunan indah azan subuh, mereka kemudian berwudhu dan melaksanakan shalat. Sebagian dari mereka berangkat ke masjid untuk melakukan shalat jamaah.
Rekan setia sekarang tiba saatnya kami mengutip ayat suci Al Quran, Surat Al Baqarah ayat 185 sebagai berikut:
"شَهْرُ رَمَضانَ الَّذی أُنْزِلَ فیهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَ بَیِّناتٍ مِنَ الْهُدى وَ الْفُرْقانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْکُمُ الشَّهْرَ فَلْیَصُمْهُ وَ مَنْ کانَ مَریضاً أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّهٌ مِنْ أَیَّامٍ أُخَرَ یُریدُ اللَّهُ بِکُمُ الْیُسْرَ وَ لا یُریدُ بِکُمُ الْعُسْرَ وَ لِتُکْمِلُوا الْعِدَّهَ وَ لِتُکَبِّرُوا اللَّهَ عَلى ما هَداکُمْ وَ لَعَلَّکُمْ تَشْکُرُونَ ."
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Allah Swt di ayat ini, setelah menjelaskan hukum dan falsafah puasa, dan bahwa berpuasa dilakukan dalam beberapa hari tertentu, menerangkan, hari-hari yang sedikit itu adalah hari-hari di bulan Ramadhan. Sebuah bulan yang lebih utama dibandingkan bulan-bulan lainnya karena di dalamnya diturunkan Al Quran.
Ayat ini juga menjelaskan bahwa hukum Islam itu mudah. Allah Swt berfirman, setiap orang yang sakit atau melakukan perjalanan, tidak wajib berpuasa dan wajib menggantinya (qadha) di hari-hari yang lain. Orang yang beriman kepada Allah Swt harus mengagungkan-Nya karena hidayah yang telah diberikan kepadanya. Maka dari itu di akhir ayat ini, Allah Swt memerintahkan kita mengumandangkan takbir sehingga jelas bahwa puasa adalah untuk menunjukkan keagungan Ilahi dan di akhir puasa kita harus mensyukuri nikmat-nikmat-Nya itu.
Khoja Abdullah Ansari mengatakan, bulan Ramadhan adalah agar tubuh kita dibakar dalam api kelaparan dan hati-hati para pendosa dicuci di dalam air tobat . Maka dari itu hai orang miskin, jangan sepelekan nikmat yang menempatkan seluruh kemuliaan ini di sisimu, sebagaimana Islam yang lebih unggul dari seluruh keyakinan, datang kepadamu, Al Quran yang lebih mulia dari kitab-kitab lainnya, diturunkan untukmu. Nabi Muhammad Al Mustafa Saw, Pemimpin semua penduduk bumi, dijadikan sebagai nabi kalian. Ka'bah yang merupakan rumah paling mulia, dijadikan kiblat untukmu. Bulan suci Ramadhan, bulan paling mulia, bulan yang di dalamnya dosa-dosa diampuni, setan dibelenggu dan pintu neraka ditutup, semata-mata diberikan kepadamu untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Rekan setia kini kita tiba pada pembahasan tentang anjuran-anjuran kesehatan di bulan suci Ramadhan. Dalam acara sebelumnya telah disampaikan bahwa Allah Swt mengecualikan orang-orang sakit dan tidak mampu secara fisik untuk menjalankan ibadah puasa ini. Dengan bersandar pada perintah Ilahi itu, terkadang sejumlah orang tidak berpuasa hanya karena sedikit sakit. Padahal Allah Swt di dalam Surat Al Baqarah berfirman bahwa Ia hanya menghendaki kemudahan bagi manusia, karena Ia mengetahui dan memperhatikan kondisi manusia, dan mengeluarkan perintah puasa atas dasar itu. Dari sini kita memahami mengapa Allah Swt berfirman bahwa puasa lebih baik bagi manusia.
Dewasa ini, semakin jelas bahwa kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan dapat memberikan banyak manfaat kesehatan yang baik bagi kita dan memberikan kesehatan tubuh dan jiwa kepada orang-orang yang berpuasa. Ilmu pengetahuan dan eksperimen membuktikan bahwa puasa bukan saja tidak menimbulkan masalah dalam banyak penyakit, justru bisa mengontrol, mengurangi dan bahkan menyembuhkan sebagian penyakit.
Dr. Carlo, salah seorang dokter asal Amerika menulis, orang-orang yang menderita sakit setiap tahun harus menghindari makanan, karena selama anda mengkonsumsi makanan, kuman-kuman mengalami pertumbuhan, akan tetapi di saat anda menjauhi makanan, kuman-kuman itu melemah. Puasa yang diwajibkan dalam Islam adalah penjamin terbesar kesehatan manusia.
Dari sudut pandang ilmu kedokteran, puasa menyebabkan kesehatan jasmani dan bersihnya tubuh terutama sistem pencernaan, dan berpuasa melahirkan tubuh yang baru dan bebas dari berbagai racun. Karena sebagian besar penyakit ditimbulkan dari proses absorpsi dan fermentasi (pembusukan dan peragian) makanan di dalam usus kita. Masalah ini dapat disembuhkan oleh puasa.
Dr. Zahra Abdollahi, pakar gizi Iran mengatakan, banyak riset yang membuktikan peran efektif berpuasa dalam proses pemulihan berbagai penyakit. Sebagian besar orang yang sakit karena pola makan yang salah, dan kegemukan serta peningkatan berat badan juga turut berperan di dalamnya, berpuasa bagi mereka penting. Karena puasa mengatur kadar lemak jahat yang ada dalam darah dan menambah tingkat lemak baik bagi darah.
Dr. Abdollahi menegaskan, selama berpuasa, sistem pencernaan tubuh kosong dari makanan untuk beberapa waktu. Dengan kata lain, sistem ini dan sistem-sistem tubuh lainnya yang terlibat dalam pencernaan makanan di dalam tubuh, beristirahat, dan setelah berpuasa bekerja dengan lebih baik dari sebelumnya.
Poin penting lainnya adalah, orang-orang yang berpuasa, karena takut kehausan, maka mereka akan menghindari konsumsi garam berlebih di bulan suci Ramadhan, oleh karena itu mereka mengkonsumsi sodium secara tepat dan sedikit orang berpuasa yang mengalami tekanan darah tinggi. Jika sebagian orang setelah bulan Ramadhan kembali mengkonsumsi garam melebihi batas, ia tidak akan terkena tekanan darah tinggi yang hebat. Mengikuti pola makan yang benar selama bulan Ramadhan sangat penting sehingga kita bisa memperbaiki pola makan yang salah sekaligus bisa menikmati keberkahan di bulan suci ini.