May 30, 2017 05:38 Asia/Jakarta

Tausiyah Ramadhan Puasa sebagai program pendidikan memainkan peran efektif untuk menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Orang yang berpuasa – dengan memanfaatkan berkah di bulan Ramadhan – menciptakan perubahan fundamental dalam kehidupan dan perilakunya. Manusia akan lebih sedikit melakukan dosa karena mereka lebih mawas terhadap perilaku dan tindak tanduknya.

Tausiyah Ramadhan

Puasa sebagai program pendidikan memainkan peran efektif untuk menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Orang yang berpuasa – dengan memanfaatkan berkah di bulan Ramadhan – menciptakan perubahan fundamental dalam kehidupan dan perilakunya. Manusia akan lebih sedikit melakukan dosa karena mereka lebih mawas terhadap perilaku dan tindak tanduknya.

Manusia patut bersyukur karena Allah Swt kembali memberi kesempatan kepada mereka untuk mencicipi berkah Ramadhan. Ia adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Rasulullah Saw bersabda, "Jika orang-orang mengetahui nilai bulan Ramadhan, mereka akan berharap agar semua bulan dijadikan sebagai Ramadhan."

Bulan Ramadhan menyimpan berbagai dimensi keberkahan dan keutamaan. Setiap individu mungkin saja menaruh perhatian pada dimensi tertentu dari bulan ini. Mereka selain menahan diri dari makan dan minum pada batas waktu tertentu, juga menggunakan kesempatan itu untuk pendidikan dan perbaikan diri. Salah satu manfaat puasa di bidang pendidikan adalah memperkuat tekad.

Tekad adalah sebuah keinginan yang kuat saat menghadapi kesulitan atau situasi genting dalam kehidupan. Sebagian manusia merana karena tekad yang lemah; salah satu dari tanda kelemahan tekad pada diri mereka adalah selalu menunda pekerjaannya dan biasanya mengerjakan pada lain waktu. Tanda lain dari kelemahan tekad adalah tidak dapat membuat keputusan pada saat yang tepat. Mereka selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan atau justru mengikuti pendapat orang lain.

Orang-orang dengan tekad lemah secara prinsip juga kurang sabar. Dalam melakukan sebuah pekerjaan, mereka tidak sanggup menanggung beban kesulitan. Emosinya langsung meledak dan mungkin akan berhenti melakukan itu untuk selamanya. Jadi, mereka perlu memanfaatkan Ramadhan dan ibadah puasa untuk membantu memperkuat tekadnya. Karena, puasa adalah sebuah latihan untuk meningkatkan daya tahan dan memperkuat tekad. Berpuasa sama seperti mewujudkan kesabaran hakiki.

Pada dasarnya, orang yang berpuasa sedang berperang dengan hawa nafsunya dan melawan naluri hewani. Sungguh sangat berbahaya jika manusia telah dikuasai oleh hawa nafsu dan naluri hewani, ia akan membelenggu manusia dan membuatnya tak berdaya, serta menyeretnya ke lembah kehinaan. Oleh sebab itu, Islam menyebut perang melawan hawa nafsu sebagai "jihad akbar" karena perkara penting ini membutuhkan heroisme dan tekad baja.

Kajian Tafsir

Pada bulan puasa, manusia berjuang untuk melawan tuntutan hawa nafsu serta membebaskan pikiran dan perilakunya dari belenggu nafsu dan dosa. Pengalaman berharga ini dapat diterapkan di seluruh aspek kehidupan dan di luar bulan puasa. Imam Ali as berkata, "Individu yang paling baik adalah orang yang melawan hawa nafsunya, dan individu yang paling kuat adalah orang yang menang atas hawa nafsunya."

Pada kesempatan ini, kami mengajak Anda menyimak bunyi ayat 2-4 surat al-Baqarah yaitu; "Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat."

Al-Quran adalah kitab petunjuk bagi semua manusia. Namun tidak ada keraguan bahwa orang-orang yang saleh akan memperoleh keuntungan yang besar darinya. Pada ayat tersebut, Allah Swt menyebutkan enam ciri-ciri orang yang bertakwa. Pertama; mereka mengimani keghaiban atau sesuatu yang tersembunyi dan tidak terlihat oleh indera. Pada dasarnya, alam semesta terbagi pada alam ghaib dan alam syahadah.

Alam syahadah (nyata) adalah alam yang dapat dijangkau oleh panca indera yaitu; alat pembantu untuk melihat (mata), alat pembantu untuk mengecap (lidah), alat pembantu untuk membau (hidung), alat pembantu untuk mendengar (telinga), dan alat pembantu untuk merasakan (kulit/indera peraba). Sementara alam ghaib adalah alam yang berada di luar jangkauan panca indera manusia dan semua tidak bisa dijangkau oleh indera kita seperti, keberadaan Tuhan.

Kedua; mendirikan shalat. Orang-orang yang bertakwa akan mendirikan shalat dengan khusyu' dan mengaktualisasikan nilai-nilai shalat dalam kehidupannya. Ketiga; menafkahkan sebagian dari hartanya (berinfak). Infak adalah mengeluarkan atau membelanjakan harta untuk tujuan-tujuan yang mulia dan diridhai Allah Swt.

Keempat dan kelima: beriman kepada apa yang diturunkan kepada kita dan juga kepada apa-apa yang telah diturunkan sebelum kita. Dengan kata lain, salah satu unsur pembentuk takwa adalah mengimani ayat-ayat Allah Swt dan menerimanya. Karena mungkin saja seseorang beriman kepada Tuhan, tapi menolak menerima wahyu. Oleh karena itu, ayat-ayat al-Quran menyebut ketaatan kepada Rasul setelah ketaatan kepada Allah Swt. "Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya)."

Dan keenam; meyakini hari akhirat. Akhirat adalah fase kehidupan setelah dunia. Salah satu perintah agama adalah memberi pemahaman kepada manusia bahwa kehidupan tidak akan berakhir dengan kematian, tapi masih ada kehidupan lain untuk pertanggung jawaban dan menerima balasan. Dunia adalah ladang untuk menanam, dan akhirat tempat untuk memetik hasil.

Seorang arif besar, Khwaja Abdullah Ansari berkata, "Karena engkau tahu al-Quran sebagai petunjuk orang yang saleh, maka bertakwalah sehingga engkau berada dalam tirai kesuciannya… barang siapa yang bertakwa hari ini, esok (hari kiamat) ia akan duduk di sisi tuan (dekat dengan Tuhan), karena orang-orang yang paling mulia di sisi Tuhan adalah mereka yang paling bertakwa."

Tips Sehat Menjalani Puasa

Di bagian akhir seri ini, kita akan menelisik beberapa manfaat puasa bagi kesehatan dan pola konsumsi yang tepat di bulan Ramadhan. Ilmu kedokteran dan pengalaman membuktikan bahwa banyak makan atau makan berlebihan akan mendatangkan beragam penyakit. Dari segi kesehatan dan kebugaran, kita harus makan lebih sedikit dan berhenti makan sebelum kenyang. Orang-orang yang makan sedikit terbukti lebih sehat dan lebih bugar dari mereka yang selalu makan sampai kenyang.

Dalam sebuah nasihat kepada putranya, Imam Hasan al-Mujtaba as tentang pencegahan berbagai penyakit, Imam Ali as berkata, "Apakah engkau ingin aku beritahu tentang empat perkara yang akan membuatmu tidak membutuhkan tabib? "Iya wahai ayahku," jawab Hasan. Imam Ali lalu berkata,"Jangan makan kecuali engkau benar-benar lapar, berhentilah makan sebelum engkau kenyang, kunyahlah makanan dengan sempurna, dan janganlah engkau tidur dengan perut kenyang."

Saat ini puasa sebagai salah satu faktor penting kesehatan telah menyita perhatian para pakar medis dunia, dan ini semua berangkat dari sabda Rasulullah Saw yaitu; "Berpuasalah agar kalian sehat." Seorang pakar kesehatan dari Perancis, Dr Alexis Carrel dalam bukunya menulis, "Puasa telah ditekankan dalam semua agama. Setelah perasaan utama kelaparan, kelemahan, atau agitasi, puasa akan mencuci semua jaringan tubuh, mengaktifkan mereka untuk menjaga keseimbangan internal tubuh."

Para peneliti Perancis berkesimpulan bahwa puasa akan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker. Puasa akan mengurangi tanda-tanda penuaan dan potensi mengindap penyakit Alzheimer. Pakar kesehatan Profesor Alexis Sophorin dari Rusia, berpendapat bahwa puasa menyembuhkan segala macam penyakit, karena merupakan cara terbaik untuk membersihkan tubuh dari zat racun (detoksifikasi).

Sedang ilmuwan Amerika, Ignasi Carrio mengingatkan pentingnya puasa sebagai penjamin terbaik bagi kesehatan fisik manusia. Ia bahkan menganjurkan semua pasiennya untuk menjauhkan diri dari makan dan minum untuk sementara setiap tahun guna menghentikan pertumbuhan mikroba dalam tubuh.

Para pakar percaya bahwa puasa dengan mengurangi konsumsi makanan antara 20-40 persen, akan menyebabkan aktifnya sistem kekebalan tubuh. Di antara manfaat puasa untuk kesehatan adalah menghapus racun dari tubuh (detoksifikasi) dan mengistirahatkan sistem pencernaan, dan seluruh organ yang berperan dalam mencerna dan menyerap makanan. Pada saat puasa, organ pencernaan dapat beristirahat untuk sementara waktu. Lambung yang tidak pernah beristirahat akibat makan tiga kali sehari, akhirnya bisa beristirahat selama puasa.

Puasa akan mengistirahatkan saluran pencernaan beserta enzim dan hormon, yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama kurang lebih 18 jam. Pada akhirnya, energi tubuh menjadi lebih terarah untuk proses perbaikan sel-sel dan sistem tubuh yang rusak.