May 31, 2017 08:05 Asia/Jakarta

Acara kali ini kita awali dengan mengutip sabda Nabi Saw tentang keutamaan berpuasa di musim panas di mana hari-harinya lebih panjang, "Barang siapa yang berpuasa satu hari untuk Allah di tengah terik panas dan ia dikuasai rasa dahaga, Allah akan memerintahkan seribu malaikat untuk mengusap wajahnya dan memberikan kabar gembira kepadanya sampai ia berbuka. (Ketika itu), Allah berfirman; 'Alangkah bahagianya ruh dan jiwamu. Wahai para malaikatku, jadilah saksi bahwa Aku telah mengampuninya.'"

Tausiyah Ramadhan

Acara kali ini kita awali dengan mengutip sabda Nabi Saw tentang keutamaan berpuasa di musim panas di mana hari-harinya lebih panjang, "Barang siapa yang berpuasa satu hari untuk Allah di tengah terik panas dan ia dikuasai rasa dahaga, Allah akan memerintahkan seribu malaikat untuk mengusap wajahnya dan memberikan kabar gembira kepadanya sampai ia berbuka. (Ketika itu), Allah berfirman; 'Alangkah bahagianya ruh dan jiwamu. Wahai para malaikatku, jadilah saksi bahwa Aku telah mengampuninya.'"

Akar kata Ramadhan memiliki arti panasnya suhu batu karena terik matahari atau berarti panas yang menyengat dan membakar. Pendapat lain mengatakan, Ramadhan disebut demikian karena ia bulan penyucian tubuh dan penyucian jiwa. Kata ini diambil dari kata 'ramadh' yang artinya hujan yang datang sebelum musim gugur.

Berkenaan dengan alasan penamaan seperti itu, dalam sebuah hadis dari Rasulullah Saw disebutkan, "Bulan ini disebut Ramadhan karena ia menghapus dosa-dosa." Sejumlah riwayat menganggap alasan penamaan demikian karena peran yang dimainkan oleh bulan Ramadhan dalam membersihkan dan menyucikan jiwa dari dosa dan kesalahan.

Dalam berbagai hadis, bulan suci Ramadhan memiliki banyak sebutan yang mengindikasikan keagungan bulan ini dan perannya dalam menyempurnakan manusia serta mewujudkan kesiapan fisik dan mental untuk ibadah. Bulan ini biasa dikenal dengan sebutan; syahr Allah (bulan Allah), syahr thahur (bulan penyucian), syahr al-'Itqi minan nar (bulan terbebas dari api neraka), syahr al-sabr (bulan kesabaran), syahr al-barakah (bulan yang berkah), syahr al-maghfirah (bulan ampunan), syahr al-rahmah (bulan rahmat), syahr al-taubah (bulan taubat), syahr al-'ibadah (bulan ibadah), syahr yuzadu fihi rizku al-mukmin (bulan penambahan rezeki mukmin).

Para pemuka agama telah menjelaskan adab dan tata cara menyambut bulan Ramadhan dan menjalani ibadah puasa. Penjelasan ini akan membantu kita untuk secara maksimal memanfaatkan momen Ramadhan. Pada bulan ini, kita harus meninggalkan perkara-perkara haram dan memberi perhatian khusus pada makanan halal. Berusaha menunaikan shalat di awal waktu dan membaca al-Quran sesering mungkin, memanfaatkan setiap waktu untuk berdoa, dan memaksimalkan waktu di malam hari untuk bermunajat kepada Allah Swt.

Kita juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan hal ini bisa dilakukan kapan saja meskipun saat sedang di luar rumah. Usahakan untuk selalu berwudhu dan bahkan ketika ingin tidur. Selama bulan Ramadhan, jangan lupa untuk menghidupkan malam dengan ibadah dan menghadiri pengajian atau pesantren kilat di siang harinya. Orang yang berpuasa juga tidak boleh membuang-buang energi dan waktunya untuk hal yang sia-sia.

Kajian Tafsir

Pada kesempatan ini, kami akan kembali menyimak pelajaran tafsir al-Quran yang kami sajikan secara ringkas. Dalam surat al-Baqarah ayat 285, Allah Swt berfirman, "Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."

Surat terpanjang di dalam al-Quran adalah surat al-Baqarah. Surat ini mengajak kaum Muslim kepada prinsip-prinsip akidah seperti, tauhid, hari kiamat, para malaikat, para nabi, dan kitab samawi. Salah satu ayat terpenting dalam surat al-Baqarah adalah ayat 285. Ayat ini pada awalnya menyinggung keimanan Rasul Saw dan orang-orang Muslim. Menariknya, ayat ini pertama-tama membenarkan keimanan Rasul Saw kepada ayat-ayat Allah Swt dan kemudian baru menyinggung keimanan kaum Muslim. Urutan seperti ini bertujuan untuk menghormati kedudukan Rasulullah Saw.

Urutan seperti ini tentu saja terdapat di sejumlah ayat al-Quran dan pada setiap kesempatan, Allah Swt selalu mendahulukan penyebutan Rasul Saw. Seperti pada ayat 26 surat al-Fath, "… Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin..." atau pada ayat 8 surat, "… pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia…"

Al-Quran menjelaskan keistimewaan posisi Rasul Saw di hadapan seluruh orang Muslim, dan juga untuk mengingatkan bahwa sosok yang pertama kali mengimani pesan langit adalah penyampai pesan itu sendiri. Rasul Saw adalah orang pertama yang mengamalkan perintah Allah Swt dan kaum Muslim juga meneladani beliau.

Seorang arif besar, Khwaja Abdullah Ansari berkata, "Orang-orang bertanya kepada Muhammad, hadiah apa yang engkau terima dari Tuhan pada Malam Mi'raj? Ia menjawab, 'Surat al-Fatihah dan ayat terakhir surat al-Baqarah. Ini adalah dua hadiah dari mutiara 'Arsh-Nya kepadaku, di mana belum pernah diberikan kepada siapa pun sebelum aku.'"

Tips Sehat Menjalani Puasa

Di bagian akhir, kita akan kembali menyimak tips-tips sehat menjalankan puasa Ramadhan, dan kali ini kita akan mengenali manfaat buah kurma. Kurma adalah hidangan wajib untuk berbuka puasa dan orang yang berpuasa disunnahkan berbuka dengan kurma. Pohon kurma termasuk dari tumbuhan yang sangat tua dan sudah tumbuh sejak zaman dahulu kala. Kata 'pohon atau mayang kurma' disebut 42 kali dalam al-Quran dan kaum Muslim juga menganggap kurma sebagai hidangan surga.

Ada banyak hadis yang menganjurkan berbuka puasa dengan kurma, karena buah ini kaya akan manfaat dan kandungan gizi. Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa berbuka puasa dengan kurma halal, pahala shalatnya akan dilipatgandakan 400 kali." Imam Jakfar Shadiq as berkata, "Rasul selalu berbuka puasa dengan kurma."

Para ahli gizi menyarankan masyarakat untuk memulai buka puasa dengan kurma, air hangat, teh hangat, dan susu, karena bahan-bahan tersebut akan segera memenuhi kebutuhan gula tubuh dan mempersiapkan kondisi tubuh untuk menerima asupan-asupan lain.

Seorang ahli gizi Iran, Dokter Sara Ahmadpour menerangkan, "Perbanyak konsumsi kurma di bulan Ramadhan untuk menghilangkan rasa letih, badan tetap bugar, dan membantu proses pencernaan makanan agar lebih baik dan efisien sehingga mampu meringankan kerja sistem pencernaan. Hasil riset ilmiah menunjukkan kurma adalah panganan terbaik untuk orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Pada jam-jam menjelang berbuka, penurunan gula akan mempengaruhi kinerja otak dan menyebabkan keletihan serta mengurangi daya fokus. Dengan menyantap kurma, kekuatan dan energi orang yang berpuasa akan pulih dalam 20 menit."

Menurut Dokter Ahmadpour, para ahli gizi menyarankan untuk menyantap kurma antara 3-5 butir ketika berbuka, dan jangan memakannya lebih dari jumlah yang dianjurkan.

Kurma mengandung kadar gula alami yang cukup tinggi (glukosa, sukrosa dan fruktosa) yang bermanfaat untuk mengembalikan energi tubuh yang terkuras. Kurma mengandung semua unsur makanan pokok yang dibutuhkan tubuh, yaitu gula, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Setiap 100 gram kurma mengandung 14 mg vitamin C. Ia juga menyimpan serat, protein, air, lemak, mineral yang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia.

Kurma yang kaya akan serat mencegah munculnya gangguan sistem pencernaan dan mendorong sistem perncernaan untuk bekerja kembali setelah berhenti selama berpuasa. Oleh karena itu, kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan berbuka puasa.

Kurma juga akan memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit infeksi dan non-infeksi, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah naiknya tekanan darah dan anemia, mengatasi gangguan usus, mengurangi depresi dan emosi, serta menghadirkan ketenangan di masa kehamilan.