Nov 08, 2017 07:20 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 8 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Shafar 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Museum Louvre Dibuka

224 tahun yang lalu, tanggal 8 November 1793, Perancis membuka museum Louvre untuk umum.

Museum Louvre di Paris, Perancis adalah salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia. Gedungnya merupakan sebuah istana bangsawan selama 2 abad. Bangunan mewah tersebut terletak di pusat Perancis antara sungai Seine dan Rue de Rivoli. Istana Louvre dibangun Raja Perancis pada 1564, di lokasi bekas benteng dari abad ke 12 yang dibangun Raja Philip II. Kini di lapangan museum berdiri piramida kaca.

Raja Perancis adalah seorang kolektor seni sejati. Louvre sengaja dibangun untuk melayaninya sebagai bangsawan. Arsitek Louvre adalah Pierre Lescot. Dalam semangat pencerahan mulai banyak koleksi kerajaan yang dipamerkan kepada publik. Ketika Revolusi Perancis pecah pada 1789, Louvre dijadikan museum permanen. Pada 8 November 1793, pemerintah revolusi membuka museum Louvre untuk umum. Koleksi museum Louvre bertambah banyak dengan sangat cepat.

Ayatullah Langgarudi Wafat

56 tahun yang lalu, tanggal 19 Shafar 1383 HQ, Ayatullah Sayid Murtadha Langgarudi, seorang ulama besar Islam asal Iran meninggal dunia.

Ayatullah Sayid Murtadha Langgarudi dilahirkan di kota Langgarud, sebuah kawasan di utara Iran, pada tahun 1306 Hijriah.

Sejak masih muda, Ayatullah Langgarudi sudah menunjukkan bakatnya yang besar di bidang agama. Awalnya, ia belajar di hauzah ilmiah Qazvin. Kemudian, ia melanjutkan pelajarannya di Tehran.

Pada tahun 1338 HQ, saat usianya mencapai 32 tahun, beliau pergi ke Najaf, Irak, dan melanjutkan studinya di pusat keilmuan Islam itu hingga mencapai derajat marji.  Pengabdiannya terhadap Islam dilakukan dengan cara mengajar.

Imam Khomeini: Dilarang Berunding dengan Utusan Carter Soal Tawanan!

38 tahun yang lalu, tanggal 17 Aban 1358 HS, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah larangan berunding dengan utusan Presiden Amerika Jimmy Carter soal tawanan.

Pada tanggal 13 Aban 1358 (4 November 1979) Kedutaan Besar Amerika atau yang lebih dikenal sebagai sarang spionase diduduki oleh "Mahasiswa Pengikut Garis Imam". Menyusul dukungan Imam Khomeini ra atas aksi yang dilakukan para mahasiswa, pemerintahan sementara Mahdi Bazargan mengundurkan diri.

Pengunduran diri pemerintahan sementara dan pengalihan urusan pemerintahan kepada Dewan Revolusi membuat pupus segala harapan yang ada pada pemerintah Amerika untuk membebaskan para tawanan itu. Bagi mereka penyelesaian segera masalah ini menjadi semakin sulit.

Pada tanggal 17 Aban 1358 (8 November 1979) Imam Khomeini ra mengeluarkan perintahnya sebagai berikut:

"Sesuai informasi yang ada, para wakil khusus Carter tengah menuju Iran. Mereka berkeinginan mengunjungi kota Qom dan bertemu dengan saya. Oleh karenanya, saya perlu mengingatkan bahwa pemerintah Amerika sebagai pelindung Shah telah menyatakan penentangannya secara terang-terangan terhadap Iran. Selain itu, sesuai yang telah disebutkan, Kedutaan Besar Amerika di Iran telah menjadi sarang spionase musuh-musuh kita yang anti-kebangkitan suci Islam.

Dengan demikian, tidak mungkin akan terjadi pertemuan saya dengan wakil-wakil khusus Amerika. Selain itu, 1. Anggota Dewan Revolusi tidak berhak menemui mereka. 2. Tidak ada seorang pejabat Iran-pun yang boleh bertemu dengan mereka. 3. Bila Amerika menyerahkan Shah yang telah lengser dan musuh nomor wahid Iran kepada kita dan tidak lagi memata-matai revolusi kita, pada saat itu baru terbuka jalan untuk merundingkan sebagian hubungan yang bermanfaat bagi bangsa Iran.”