Lintasan Sejarah 21 November 2017
Hari ini, Selasa tanggal 21 November 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Rabiul Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Aban 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Atsir Jazairi Meninggal
809 tahun yang lalu, tanggal 2 Rabiul Awal 630 HQ, Ibnu Atsir Jazairi yang dijuluki Izzuddin, seorang sejarawan, sastrawan, dan ahli hadis besar dunia Islam, meninggal dunia di kota Mosul, Irak.
Ibnu Atsir Jazairi dilahirkan tahun 555 HQ di Irak dan melewati umurnya di Mosul, Baghdad, dan Damaskus. Sejak usia muda, Ibnu Atsir menuntut ilmu di berbagai bidang agama dari ulama-ulama terkemuka saat itu, di antaranya Khatib Thusi.
Karya Ibnu Atsir yang paling terkenal adalah al-Kamil fi at-Tarikh. Di dalamnya dia mencatat kejadian-kejadian penting di dunia hingga tahun 627 Hijriah.
Karya Ibnu Atsir lainnya berjudul Usdul Ghabah Fi Ma'rifah as-Shahabah yang terdiri dari tujuh jilid biografi 750 sahabat Rasulullah Saw.
Penemuan Balon Terbang
234 tahun yang lalu, tanggal 21 November 1783, untuk pertama kalinya dalam sejarah, berhasil diciptakan balon terbang.
Balon terbang ini ditumpangi dua orang, di antaranya seorang fisikawan Perancis bernama Pilatre de Rozier. De Rozier sejak masa mudanya telah berangan-angan untuk menciptakan sebuah alat yang bisa membawa manusia terbang ke langit.
Pada saat yang hampir bersamaan, dua orang bersaudara bernama Mongolfier juga berhasil menciptakan balon terbang. De Rozier sendiri akhirnya meninggal dunia dalam salah satu uji coba terbangnya.
Komando Berlin oleh Napoleon
211 tahun yang lalu, tanggal 21 November 1806, komando terkenal yang disebut sebagai "Komando Berlin" dikeluarkan oleh Napoleon, Kaisar Perancis.
Atas dasar komando ini semua negara-negara Eropa yang berada di bawah kekuasaan Perancis dilarang untuk melakukan perdagangan dengan Inggris. Hal ini dilakukan untuk membalas aksi Inggris yang melakukan pengepungan laut terhadap Perancis yang dimulai sejak bulan Mei tahun itu.
Abdol Hossein Farmanfarma, Politikus Qajar Meninggal Dunia
78 tahun yang lalu, tanggal 30 Aban 1318 HS, Abdol Hossein Farmanfarma meninggal dunia dalam usia 86 dan dikuburkan di kota Rey.
Abdol Hossein Farmanfarma yang dikenal dengan Nosrat al-Dowleh merupakan keponakan Mohammad Shah Qajar dan sepupu Naseer ad-Din Shah. Ia dilahirkan sekitar tahun 1232 HS di Tehran. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Dar al-Fonoun, ia kemudian diangkat menjadi pegawai kerajaan. Dengan cepat ia mendapat posisi penting, sehingga ketika Naseer ad-Din Shah melawat Eropa, ia menjadi Komandan Pasukan Pengaman Raja. Setelah kembali dari Eropa ia diangkat menjadi Gubernur Kerman dan Baluchestan dengan julukan Farman Farma.
Abdol Hossein banyak diberi posisi penting di pemerintah, hingga sempat menjadi perdana menteri. Namun pasca kudeta tahun 1299 HS, ia mulai ditekan oleh kerajaan dan sejak Sayid Ziya ad-Din Thabathabai berkuasa selama tiga bulan, Abdol Hossein menghabiskan umurnya di penjara. Ia bisa menghirup udara bebas setelah lengsernya Sayid Ziya ad-Din Thabathabai. Sejak dibebaskan ia tidak diberi pos apapun dan hanya diperbolehkan mengikuti acara-acara resmi kerajaan. Sekalipun dekat dengan Reza Khan, ia tidak diberi satu jabatan pentingpun
Semasa hidupnya, Farmanfarma diangkat sebagai gubernur selama sepuluh kali, sembilan kali menjadi menteri dan menjabat perdana menteri sebanyak dua kali. Abdol Hossein pribadi yang banyak kerja, tapi sangat menindas. Dalam pekerjaannya ia banyak menerapkan cara-cara licik, bahkan ia tidak segan-segan menjilat orang di atasnya. Sementara di bidang politik, Farmanfarma berkeyakinan Iran harus bekerjasama dengan Inggris.