Des 09, 2017 07:29 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 9 Desember 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Rabiul Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Azar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abu Thayyib Thabari Meninggal Dunia

989 tahun yang lalu, tanggal 20 Rabiul Awal 450 HQ, Abu Thayyib Thabari seorang ulama dan sastrawan muslim terkenal meninggal dunia di kota Baghdad dalam usia 102 tahun.

Abu Thayyib Thabari dilahirkan di Amol, sebuah kawasan di utara Iran, pada tahun 347 hijriah. Setelah usianya beranjak dewasa, Thabari melakukan perjalanan ke Bahhdad dalam rangka menuntut ilmu.

Di kota itu pulalah beliau akhirnya menetap dan menjalani tugas keulamaannya hingga akhir hayatnya. Di antara karya terkenal Thabari adalah buku-buku berjudul "Jawabun fis-Sima' wal Ghina" dan "At-Ta'liqatul Kubra fil Furu'".

Sejarah

Palestina Diduduki Inggris

100 tahun yang lalu, tanggal 9 Desember 1917, dalam periode Perang Dunia Pertama, pasukan Inggris berhasil mengalahkan tentara Ottoman di Palestina dan wilayah ini pun diduduki oleh Inggris.

Pada bulan Oktober tahun berikutnya, Inggris mengadakan perjanjian penghentian perang dengan Ottoman dan sebagian besar kawasan Timur Tengah diduduki oleh Inggris. Pendudukan Palestina oleh Inggris merupakan langkah penting dalam realisasi Deklarasi Balfour yang berisi rencana pendirian negara Zionis di tanah milik bangsa Palestina.

Palestina

Gerakan Intifada Pertama Dimulai

30 tahun yang lalu, tanggal 9 Desember 1987, dimulailah gerakan kebangkitan rakyat Palestina untuk melawan rezim Zionis yang telah menjajah tanah air mereka.

Kebangkitan rakyat Palestina yang dinamakan Intifada ini terjadi menyusul semakin kerasnya aksi teror dan represi dari kaum Zionis terhadap bangsa Palestina dan berlanjutnya pendudukan rezim tersebut atas tanah milik mereka. Di samping itu, bangsa Palestina juga telah putus harapan atas bantuan dari pemerintahan Barat dan organisasi-organisasi Plaestina yang ada.

Gerakan Intifada pertama setelah beberapa tahun terhenti, kembali dilanjutkan pada bulan September tahun 2000, yang diberi nama "Intifada Masjid Al-Aqsa". Di antara keistimewaan gerakan ini adalah adanya dukungan luas dari rakyat, kepercayaan bahwa Islam satu-satunya jalan keselamatan, dan ketiadaan ketergantungan pada negara-negara lain. Oleh karena keistimewaan inilah, meskipun tidak berbekal senjata, namun gerakan ini tidak bisa dikalahkan oleh rezim penjajah Zionis.

Intifada

PBB Umumkan Irak Sebagai Agresor dalam Perang Irak-Iran

26 tahun yang lalu, tanggal 18 Azar 1370 HS, Javier Peres De Cuellar, sekjen PBB waktu itu, secara jelas dalam laporannya, mengumumkan bahwa Irak pada tanggal 31 Shahrivar 1359 HS, melakukan agresi ke wilayah Iran.

Menurut Sekjen PBB tersebut, berdasarkan Piagam PBB, agresi Irak tersebut tidak bisa diterima oleh prinsip dan hukum internasional serta etika internasional. Pada tanggal 31 Shahrivar 1359 HS, tentara Irak secara resmi memulai perang dengan Iran dengan menyerang lewat udara dan darat.

Kota-kota dan desa-desa Iran dihancurkan serta jutaan anak-anak, pria, dan wanita menjadi korban. Irak bahkan juga menggunakan senjata pembunuh massal yang korbannya hingga kini masih hidup dengan menanggung penyakit akibat senjata kimia tersebut. Namun, setelah delapan tahun berlalu, Irak tetap tidak mampu menaklukkan Iran dan mereka mundur ke belakang garis perbatasan internasional.

\إإ