Apr 06, 2018 10:16 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 5 April 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Rajab 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Farvardin 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Hujjatul Islam Asyrafi Lahir

219 tahun yang lalu, tanggal 18 Rajab 1220 HQ, Haji Mula Muhammad yang terkenal dengan nama Hujatul Islam Asyrafi, seorang ulama besar Islam terlahir ke dunia di utara Iran.

Untuk meneruskan pendidikannya, Haji Mulla Muhammad pergi ke kota Najaf dan belajar kepada ulama-ulama terkemuka di kota itu. Beliau pun kemudian menjadi seorang ulama besar di bidang hadis, tafsir Quran, dan teologi.

Di antara karya-karya beliau adalah buku berjudul "Asrarus Syahadah". Beliau meninggal tahun 1315 Hijriah.

Sejarah

Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani Wafat

64 tahun yang lalu, tanggal 16 Farvardin 1333 HS, Ayatullah Modarres Khiyabani meninggal dunia pada usia 76 tahun dan dikebumikan di kota Tabriz.

Ayatullah Mirza Mohammad Ali Modarres Khiyabani lahir di kota Tabriz sekitar tahun 1257 HS. Setelah menyelesaikan pelajaran tingkat dasar dan menengah hauzah ilmiah, beliau belajar fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada Ayatullah Mirza Abol Hassan Angaji dan Mirza Sadegh Mojtahed Tabrizi.

Beliau juga sempat belajar kepada Sayid Sadr ad-Din Sadr dan Mohammad Ali Shah Abadi dan diberi izin mengeluarkan fatwa (mujtahid) serta mendapat ijazah meriwayatkan hadis dari Syeikh Muhammad Husein Al Kasyif al-Ghitha dan Sheikh Agha Bozourgh Tehrani.

Modarres Khiyabani di akhir usianya selama 12 tahun mengajar di Madrasah Sepahsalar dan tekun melakukan riset serta menulis buku, sehingga meninggalkan banyak karya ilmiah. Sebagian dari karya penting beliau adalah buku Raihanah al-Adab dalam 8 jilid yang menjelaskan tentang kehidupan lebih dari 5 ribu ulama. Beliau juga menulis Qamus al-Ma'arif dan Farhang Now Bahar yang memuat 19 ribu kata Persia. Selain itu beliau juga menulis buku Farhang-e Baharestan yang mencakup 55 ribu kata dan kalimat berbahasa Persia.

Sejarah

Pembajak Lepas 25 Sandera di Iran

30 tahun yang lalu, tanggal 5 April 1988, pembajak pesawat jumbo jet milik Kuwait Airways melepaskan 25 sandera, terdiri dari 24 perempuan dan 1 pria dengan kondisi jantung tidak stabil di Mashhad, Iran.

Mereka dibebaskan setelah perdana menteri Iran bernegosiasi dengan para pembajak yang merupakan tujuh pria Arab. Pesawat tersebut terbang dari Bangkok menuju Kuwait sebelum sang pilot ditodong untuk mendarat di Iran.

Para pembajak menuntut melepaskan 17 milisi muslim Syiah yang ditahan di Kuwait. Jika itu tidak dipenuhi, mereka akan membunuh tiga anggota keluarga Kerajaan Kuwait dan meledakkan pesawat.

Pembajakan itu berlangsung selama 16 hari setelah Kuwait menolak tuntutan para pembajak. Setelah di Iran, pesawat kemudian terbang ke Siprus, sebelum akhirnya berhenti di Aljazair. Pembajakan berakhir di sana dengan menyerahnya para pembajak dan tinggal tersisa 32 sandera.

Bendera Iran