Apr 19, 2018 01:22 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 19 April 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Farvardin 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Khoja Abdullah Anshari Lahir

1043 tahun yang lalu, tanggal 2 Sya'ban 396 HQ, Khoja Abdullah Anshari, ahli fiqih, penyair, dan ulama terkemuka pada abad ke-5 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Herat, Afghanistan.

Khoja Abdullah Anshari dikenal dengan julukan "Pir Herat".

Abdullah Anshari banyak meninggalkan karya penulisan bernilai tinggi di bidang sufisme dengan format naratif dan syair, dalam bahasa Arab dan Persia. Karyanya yang paling terkenal adalah "Munajat Nameh", "Mahabbat Nameh", dan "Zadul Arifin".

Dia juga menulis sebuah kitab tafsir Al-Quran yang bergaya sastra dan sufisme, sehingga menjadi aliran baru dalam penulisan tafsir Quran. Abdullah Anshari meninggal dunia pada tahun 481 Hijriah.

Sejarah

Inggris Mundur dari Iskandariah

211 tahun yang lalu, tanggal 19 April tahun 1807, menyusul kekalahan yang dialami tentara Inggris dalam melawan pasukan Mesir, tentara Inggris akhirnya terpaksa mundur dari pelabuhan Iskandariah.

Pemerintah Inggris yang saat itu berencana untuk memperluas kawasan penjajahannya, memutuskan untuk menaklukkan Mesir yang ketika itu merupakan bagian dari wilayah Imperium Ottoman. Dengan cara ini, Inggris berharap bisa menundukkan Imperium Ottoman.

Pada awal pertempuran, Iskandariah sempat diduduki oleh tentara Inggris, namun Muhammad Ali Pasha, pemimpin Mesir saat itu, dengan bantuan dari rakyat dan ulama yang mengeluarkan fatwa jihad, berusaha keras mempertahankan Mesir. Kaum muslim Mesir dengan gigih berjuang melawan tentara Inggris yang memiliki persenjataan yang lebih lengkap dan modern sehingga akhirnya tentara Inggris mundur dan meninggalkan Mesir.

Bendera Inggris

Sayid Said Vatan Pour Gugur Syahid

31 tahun yang lalu, tanggal 30 Farvardin 1366 HS, Sayid Said Vatan Pour gugur syahid ketika ikut dalam operasi yang digelar Batalion Karbala-10 dalam Perang Pertahanan Suci.

Syahid Sayid Said Vatan Pour dilahirkan di kota Isfahan, Iran bagian tengah. Sejak masa kanak-kanak, ia senantiasa berusaha untuk tidak meninggalkan shalat meski belum mencapai usia baligh. Kedua orang tuanya sengaja tidak membangunkan Syahid Vatan Pour untuk shalat subuh, akan tetapi dia mengiba kepada mereka agar dibangunkan di subuh hari. Setelah melihat kesungguhan hatinya, akhirnya mereka membangunkan Syahid Vatan Pour selama beberapa hari untuk shalat subuh, setelah itu dia selalu menunaikan shalat subuh tanpa perlu dibangunkan lagi.

Sejak usia remaja, Syahid Vatan Pour aktif melakukan amr makruf dan nahi munkar dengan tutur kata yang lembut. Dalam hal ibadah, dia menjadi teladan bagi saudara dan tetangganya. Di bidang pendidikan, Syahid Vatan Pour selalu meraih rangking pertama semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar hingga SMA.

Bendera Iran