Lintasan Sejarah 5 Mei 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 5 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Meninggalnya Husein Naubakhti, Wakil Ketiga Imam Mahdi af
1113 tahun yang lalu, tanggal 18 Sya'ban 326 HQ, Abu al-Qasim Husein bin Ruh al-Naubakhti, Wakil Ketiga Imam Mahdi af di masa kegaiban Shugra (kecil) meninggal dunia.
Beliau menjadi wakil kedua setelah meninggalnya Muhammad bin Utsman. Husein Naubakhti menjadi wakil Imam Mahdi af selama 21 tahun dan menjadi penghubung antara masyarakat Syiah waktu itu dengan Imam Mahdi af.
Husein Naubakhti dikebumikan di pasar Attharan (parfum), di Baghdad, Irak.
Pernyataan Politik Pertama Imam Khomeini
74 tahun yang lalu, tanggal 15 Ordibehesht 1323 HS, Imam Khomeini ra mengeluarkan pernyataan politik pertama.
Ketika semakin gencar upaya propaganda anti Islam, ulama dan hauzah ilmiah, rezim Shah Pahlevi juga berusaha agar rakyat semakin jauh dari ajaran Islam. Menyaksikan kondisi yang demikian, Imam Khomeini ra pada 15 Ordibehesht 1323 HS mengeluarkan pernyataan politiknya yang pertama. Pada waktu itu Imam Khomeini ra baru berusia 42 tahun.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Imam, selain menjelaskan kondisi sebelum, saat itu dan masa depan rakyat, beliau menyebut kebangkitan untuk Allah sebagai satu-satunya jalan untuk mengubah dunia. Kebangkitan itu adalah falsafah pengutusan seluruh nabi ilahi.
Imam Khomeini ra juga menjelaskan mengapa umat Islam berada dalam kondisi terkebelakang, tanpa lupa menjelaskan kondisi rakyat Iran yang juga muslim.
Di bagian lain dari pernyataannya, Imam secara transparan menyeru ulama Islam dan masyarakat Islam untuk bangkit bersama-sama dan memperingatkan siapa saja yang diam menyaksikan konspirasi anti Islam.
Bobby Sands Meninggal
73 tahun yang lalu, tanggal 5 Mei tahun 1945, Bobby Sands, seorang pejuang kemerdekaan Irlandia, meninggal dunia setelah melakukan aksi mogok makan.
Bobby Sands dilahirkan tahun 1954 dan hidup bersama orang tuanya di tempat penampungan. Sepanjang hidupnya Bobby dan keluarganya banyak mendapat tekanan dan intimidasi dari kelompok pro Inggris.
Pada usia 18 tahun, Bobby Sands bergabung dengan Gerakan Republik. Pada tahun 1972, ia ditahan dan empat tahun kemudian kembali dibebaskan, namun ia tetap meneruskan perjuangannya. Enam bulan kemudian ia kembali ditahan. Selama dalam penjara, ia mulai menulis artikel-artikel perjuangan yang dimuat di Republican News.
Pada tanggal 27 Oktober 1980, menyusul macetnya perundingan antara penguasa Inggris dan pemimpin Katolik Irlandia, Bobby dan tujuh tawanan lainnya memulai aksi mogok makan. Selama 17 hari pertama masa mogok makannya, Bobby menulis buku harian secara rahasia yang berisi pemikiran dan pandangan perjuangannya. Setelah 65 hari mogok makan, Bobby Sands akhirnya meninggal.