Lintasan Sejarah 21 Mei 2018
Hari ini, Senin tanggal 21 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Ramadhan 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 31 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Mulla Aliyari Tabrizi Lahir
203 tahun yang lalu, tanggal 5 Ramadan 1236 HQ, Mulla Aliyari Tabrizi, seorang ulama terkenal di kawasan Iran utara terlahir ke dunia.
Semasa hidupnya, Tabrizi dikenal sebagai orang yang sangat menguasai fiqh, ilmu hadits, puisi, sastra, filsafat, matematika, dan astronomi. Awalnya ia menuntut ilmu di hauzah ilmiah Najaf, Irak, dan berguru kepada para ulama besar di sana pada zaman itu, di antaranya Syaikh Murtadha Anshari dan Mirza Syirazi.
Setelah menimba ilmu di Najaf, Aliyari Tabrizi kembali ke Iran dan mengajarkan ilmu-ilmu yang didapatkannya dari Najaf itu di tanah airnya. Ia kemudian melahirkan sejumlah ulama terkenal.
Aliyari Tabrizi juga menulis sejumlah buku dengan berbagai macam tema. Kitab karya Tabrizi yang paling terkenal adalah "Dalail Al-Ahkam fi Syarhi Syara'i Al-Islam".
Imam Khomeini ra Kembali Masuk Rumah Sakit
29 tahun yang lalu, tanggal 28 Ordibehesht 1368 HS, Imam Khomeini ra kembali masuk rumah sakit.
Begitu semakin jelas tanda-tanda pendarahan di alat pencernaan Imam Khomeini ra pada 28 Ordibehesht 1368 HS, beliau kembali sakit dan bahkan semakin parah. Para dokter siang malam melakukan pengecekan kesehatan beliau dan pada 31 Ordibehesht 1368 beliau dipindahkan ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.
Pasca operasi atas alat pencernaannya, rakyat Iran melakukan doa bersama di masjid-masjid di seluruh penjuru negeri mendoakan kesembuhan beliau. Akhirnya, setelah tim dokter mengerahkan segala kemampuannya agar kondisi fisik Imam Khomeini ra membaik, namun pada malam tanggal 14 Khordad 1368, beliau meninggal dunia.
Suharto Mundur
20 tahun yang lalu, tanggal 21 Mei 1998, Jenderal Suharto, Presiden Republik Indonesia yang telah berkuasa di negara itu selama 33 tahun, akhirnya terpaksa mengundurkan diri.
Suharto meraih kekuasaan pada tahun 1965 menggantikan presiden pertama Indonesia, Ahmad Sukarno. Selama periode kekuasaan Suharto, kebebasan berpendapat dan berpolitik amat dikekang, namun di bidang ekonomi, Indonesia sempat mencapai kemajuan pesat khususnya pada dekade 80 dan 90-an.
Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1998 juga berimbas besar kepada struktur perekonomian Indonesia yang rapuh karena banyaknya korupsi dan kolusi. Krisis ini memberikan momentum kepada gerakan reformasi yang dipimpin oleh mahasiswa Indonesia.