Lintasan Sejarah 16 Juni 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 16 Juni 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Khordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Abu Bakar Niqasy Meninggal Dunia
835 tahun yang lalu, tanggal 2 Syawal 604 HQ, Abu Bakar Niqasy, mufassir dan ahli hadis asal Irak meninggal dunia.
Sejak usia muda, Abu Bakar Niqasy telah menimba ilmu dari sejumlah guru besar di masa itu. Niqasy juga melakukan perjalanan ke berbagai negeri Islam. Abu Bakar Niqasy dikenal sebagai ulama ahli tafsir dan hadis besar yang meninggalkan banyak karya.
Ibnu Nadim dalam kitab AlFihrits-nya menyebutkan banyak kitab yang ditulis oleh Abu Bakar Niqasy. Meski demikian, dari semua karya tersebut hanya kitab tafsir Syifaush-Shadr yang mewarnai kepustakaan umat Islam.
Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi Wafat
99 tahun yang lalu, tanggal 26 Khordad 1298 HS Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi meninggal dunia di usia 40 tahun dan dimakamkan di kota Najaf.
Ayatullah Mirza Mostafa Mojtahed Tabrizi lahir dari keluarga ulama pada 1258 HS di kota Tabriz. Setelah belajar ilmu-ilmu dasar keagamaan di kota kelahirannya di bawah bimbingan ayah dan guru-guru di Tabriz. Beliau selama di Najaf belajar kepada ulama besar masa itu seperti Akhond Mulla Mulla Muhammad Kazem Khorasani, Syaikh al-Syari'ah Isfahani, Sayid Muhammad Kazem Yazdi, Mirza Abu al-Qasim Erdoubadi, Muhaqqiq Nahawandi dan lain-lainnya.
Bertahun-tahun belajar di Najaf mengantarkankan Ayatullah Mojtahed Tabrizi mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Beberapa tahun berlalu, beliau pergi ke Mekah dan dalam perjalanan beliau terserang penyakit dan di akhir hidupnya beliau menderita lumpuh.
Selama hidupnya beliau meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Urjuzah dalam ilmu ‘Arudh dan Qafiyah, catatan pinggir Kifayah al-Ushul dan catatan pinggir Lisan al-Khawas.
Serangan Udara AS ke Jepang Dimulai
74 tahun yang lalu, tanggal 16 Juni 1944, angkatan udara AS mulai menggelar serangan ke sejumlah kota di Jepang.
Kota pertama yang menjadi sasaran serangan angkatan udara AS adalah Fukula yang terletak di wilayah selatan Jepang. Serangan udara ini dimaksudkan untuk menekan Jepang dan memaksa negara itu untuk menyerah.
Serangan bertubi-tubi ke berbagai kota jepang itu menewaskan puluhan ribu rakyat tak berdosa dan menghancurkan pusat-pusat industri, pabrik-pabrik, tanah persawahan, dan berbagai sarana infra struktur Jepang. Serangan udara ini berakhir dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu setelah kota Hiroshima dan Nagasaki menjadi sasaran bom atom AS.