Apr 04, 2019 14:43 Asia/Jakarta
  • 4 April 2019
    4 April 2019

Hari ini, Kamis 4 April 2019 bertepatan dengan 28 Rajab 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Farvardin 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Imam Husein dan Rombongan Bergerak dari Madinah ke Mekah

1380 tahun yang lalu, tanggal 28 Rajab 60 HQ, Imam Husein as dan rombongan bergerak dari Madinah ke Mekah.

Setelah kematian Muawiyah bin Abu Sufyan, Khalifah Pertama dan Pendiri Bani Umayah pada 15 Rajab tahun 60 HQ, Yazid bin Muawiyah langsung diangkat menggantikan ayahnya. Tanpa menunggu lama, Yazid mengirimkan surat kepada gubernur Madinah yang memerintahkannya agar mengambil baiat dari Imam Husein as dan beberapa orang tokoh Madinah lainnya.

Imam Husein as menolak untuk berbaiat kepada Yazid. Kepada mereka yang datang kepadanya dan menuntut beliau agar berbaiat, Imam Husein as berkata, "Orang seperti saya tidak akan pernah membaiat orang seperti Yazid yang fasiq." Tapi gubernur Madinah bersikeras agar beliau menyatakan baiatnya kepada Yazid.

Imam Husein as pada 28 Rajab 60 Hq, terpaksa meninggal kota Madinah menuju Mekah, sehingga kebangkitan beliau ini dapat mengungkap boroknya pemerintahan Yazid bin Muawiyah. Pada akhirnya, perjalanan beliau ini berakhir dengan epik dan perjuangan sempurna Imam Husein as di Karbala, tepat di hari kesepuluh bulan Muharram yang dikenal dengan Asyura.

Rombongan Imam Husein as

Parvin Etesami, Penyair Kontemporer Iran Wafat

78 tahun yang lalu, tanggal 15 Farvardin 1320 HS, Parvin Etesami, penyair kontemporer Iran meninggal dunia dalam usia 35 tahun.

Jasadnya dikebumikan di samping kuburan ayahnya di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah as di kota Qom.

Parvin Etesami adalah anak dari Etesam al-Molk Ashtiyani. Ia dilahirkan pada 25 Isfand 1285 Hs di kota Tabriz. Sejak usia 5 tahun, ia bersama keluarga pindah ke Tehran.

Tata bahasa Persia dan Arab dipelajarinya dari ayahnya dan sejak kecil bakat kepenyairannya telah muncul. Di masa mudanya, ia mengajar sastra Persia dan Inggris dan pada 1313 HS ia bercerai dengan suaminya. Sejak saat itu, Parvin semakin serius membuat puisi dan berhasil mencetak buku kumpulan syairny apada 1314 HS.

Parvin dalam karya-karyanya tidak pernah membicarakan masalah percintaan, tapi banyak melakukan dialog dalam puisinya. Ia sering mengajak masyarakat untuk lebih menyayangi sesama. Dari sisi makna dan pemikiran, puisi Parvin sangat dalam. Ia termasuk salah satu penyair yang berpesan agar memahat bait-bait syair khusus sepeninggalnya di nisannya.

Parvin Etesami

Martin Luther King Tewas Diteror

51 tahun yang lalu, tanggal 4 april 1968, Martin Luther King, pemimpin pejuang kulit hitam Amerika, tewas ditembak oleh penyerang tak dikenal.

Martin Luther King lahir pada tahun 1929 di kota Atlanta. Luther King pada mulanya belajar di Universitas Boston dan kemudian ikut dalam perjuangan warga kulit hitam dalam menentang diskriminasi.

Pada zaman itu orang-orang negro Amerika menggelar gerakan secara menyeluruh menentang diskriminasi dan undang-undang yang melebihkan warga kulit putih atas kulit hitam. Misteri pembunuhan Luther King tidak pernah diungkap secara resmi.

Sebagian saksi menyebut lembaga CIA terlibat dalam pembunuhan tersebut. Martin Luther King percaya bahwa kemenangan kulit hitam dapat dicapai dengan kegigihan dan resistensi mereka dalam perjuangan. Dia memberi dukungan dan mendorong perjuangan warga kulit hitam dalam pidato-pidatonya yang berapi-api. Luther King memimpin banyak demonstrasi. Dia mendapat hadiah Nobel perdamaian paa tahun 1963 karena upayanya yang tidak kenal lelah dalam merealisasikan hak-hak warga kulit hitam.

Martin Luther King