Mar 17, 2020 10:39 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 17 Maret 2020

Hari ini, Selasa, 17 Maret 2020 bertepatan dengan 22 Rajab 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Isfand 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

 

Sheikh Jakfar Kasyif Al-Ghita Wafat

213 tahun yang lalu, tanggal 22 Rajab 1228 HQ, Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita meninggal dunia di usia 74 tahun.

Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita lahir di kota Najaf pada 1154 Hq dan sejak kecil beliau telah mempelajari ilmu-ilmu agama.

Pada awalnya, beliau mempelajari ilmu-ilmu pengantar kepada ayahnya sendiri dan setelah itu belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Muhammad Mahdi Qaunawi, Muhammad Baqir Wahid Bahbahani dan Sayid Mahdi Bahr al-Ulum.

Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita kemudian menyibukkan diri dengan menulis dan mengajar yang kemudian melahirkan banyak karya dan murid. Satu dari upaya beliau adalah menghadapi aliran Akhbari yang sangat mementingkan hadis dan berhasil memadamkan fitnah ini.

 

Iran Memanfaatkan Telegrap Pertama  Kali

162 tahun yang lalu, tanggal 27 Isfand 1236 HS, untuk pertama kalinya Iran menggunakan telegrap.

Surat kabar Vaqae Ettefaqie bernomor 372 pada hari itu memberitakan peristiwa penting di Iran. Pada hari ini telegrap berhasil dipasang di madrasah Darul Funoun beserta kabelnya. Setelah itu kabel telegrap dipasang dari istana kerajaan hingga taman Lalehzar dan setelah itu sejumlah daerah lain memiliki sambungan telegrap.

Penting untuk diketahui bahwa telegrap yang ada di Iran lebih menguntungkan Inggris, ketimbang rakyat Iran. Karena dengan menyambungkan jalur komunikasi antara India dan Eropa, bukan hanya Inggris dapat dengan mudah memiliki akses ke negara-negara jajahannya, tapi adanya telegrap di Iran dan pengutusan agen-agen Inggris ke negara ini, mereka berusaha memperluas pengaruhnya di Iran.

 

De Broglie Meninggal

33 tahun yang lalu, tanggal 17 Maret tahun 1987, Prince Louis-Victor de Broglie seorang ilmuwan fisika asal Perancis, meninggal dunia dalam usia 95 tahun.

Awalnya, de Broglie menuntut ilmu di bidang sastra dan kemudian mempelajari fisika. Dia kemudian melakukan berbagai penelitian di bidang kuantum dan pada tahun 1924, de Broglie menyampaikan tesisnya berjudul "Penelitian Atas Teori Kuantum" di Fakultas Sains, Universitas Paris, sehingga meraih gelar doktor.

Antara tahun 1930 hingga 1950,  Louis de Broglie meneliti berbagai aspek gelombang mekanik. Penelitiannya itu disimpulkannya pada tahun 1951 dengan nama teori "pecahan ganda".

Pada tahun 1929, dia dianugerahi Nobel bidang fisika untuk penemuannya atas gelombang alami elektron.