Zolfaghari: Harga Minyak Jadi 200 Dolar, AS Bilang “Saya Kapok”
-
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, uru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran
Pars Today – Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya Republik Islam Iran memperingatkan Amerika bahwa ketika harga minyak mentah mencapai 200 dolar per barel, waktu itu Amerika tidak dapat menerapkan kebijakan “napas buatan” untuk menurunkan harga minyak dan energi.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRIB, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari hari Rabu (11/03/2026) mengatakan, “Harga minyak bergantung pada ‘keamanan kawasan’.”
Peringatan ini dikeluarkan setelah “manajemen cerdas Selat Hormuz” oleh Iran, para pejabat Amerika mulai menyampaikan ancaman untuk lebih menyerang Iran.
Zolfaghari menyebut para politisi Amerika sebagai orang idiot dan mengatakan, “Para musuh Amerika-Zionis mulai mengarah pada terapi wicaya akibat kekalahan berturut-turut dan kehancuran semangat dan kerusakan psikis tentara dan politisi.”
“Karena pasukan Angkatan Bersenjata Iran mengambil inisiatif di Selat Hormuz, mereka tidak lagi membutuhkan untuk menutupi selat ini,” jelasnya.
Menurutnya, “Penutupan Selat Hormuz dikarenakan kondisi yang dipaksakan Amerika dan Zionis terhadap negara-negara di dunia.”
“Iran sama sekali tidak mengizinkan bahkan satu liter minyak untuk Amerika dan zionis serta partner mereka melewati Selat Hormuz. Setiap kapal atau angkutan minyak untuk Amerika, rezim Zionis dan partner musuh mereka menjadi target sah Iran,” tegas Zolfaghari.
Juru Bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya memperingatkan, “Masa strategis untuk bersembunyi di balik negara-negara tetangga dan Muslim Asia Barat sudah berakhir dan kebijakan balasan dari Iran sudah berakhir. Yang ada adalah kebijakan balasan berturut-berturut dan hukuman akan terus berlanjut sampai benar-benar menyesal.”(sl)