Konsekuensi Gangguan Pelayaran di Teluk Persia dan Hormuz: Tanggung Jawab AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189112-konsekuensi_gangguan_pelayaran_di_teluk_persia_dan_hormuz_tanggung_jawab_as
Pars Today - Perwakilan Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa setiap gangguan pada lalu lintas maritim di Teluk Persia dan Selat Hormuz beserta konsekuensinya menjadi tanggung jawab Amerika Serikat.
(last modified 2026-04-29T06:06:02+00:00 )
Apr 29, 2026 12:52 Asia/Jakarta
  • Selat Hormuz
    Selat Hormuz

Pars Today - Perwakilan Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa setiap gangguan pada lalu lintas maritim di Teluk Persia dan Selat Hormuz beserta konsekuensinya menjadi tanggung jawab Amerika Serikat.

Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRNA, 29 April 2026, Perwakilan Republik Islam Iran untuk PBB pada hari Selasa (28 April 2026) menyatakan bahwa Iran bukanlah anggota Konvensi PBB 1982 tentang Hukum Laut (UNCLOS). Oleh karena itu, Iran tidak terikat pada ketentuan-ketentuan yang berdasarkan traktat tersebut.

Perwakilan Iran tersebut menjelaskan bahwa sebagai negara pantai utama yang wilayah perairan teritorialnya meliputi Selat Hormuz, Iran memiliki hak yang sah dan legal untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan proporsional guna menghadapi ancaman keamanan yang muncul, menjamin keselamatan pelayaran, serta mencegah penyalahgunaan Selat Hormuz untuk tujuan-tujuan yang bersifat permusuhan atau militer.

Dubes Iran untuk PBB menambahkan bahwa setiap gangguan pada lalu lintas maritim di Teluk Persia dan Selat Hormut beserta konsekuensinya akan ditujukan kepada Amerika Serikat, karena tindakan ilegal AS-lah yang membahayakan pelayaran internasional.

Perwakilan Iran selanjutnya menegaskan bahwa stabilitas dan keamanan berkelanjutan di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian yang stabil dan permanen terhadap agresi yang ditujukan kepada Iran, disertai dengan jaminan kredibel untuk tidak mengulangi agresi tersebut, serta penghormatan penuh terhadap hak-hak kedaulatan yang sah dan kepentingan Iran.(sl)