Pezeshkian: Teluk Persia Simbol Perlawanan Iran Lawan Penjajah, Dulu dan Kini!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189196-pezeshkian_teluk_persia_simbol_perlawanan_iran_lawan_penjajah_dulu_dan_kini!
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran mengatakan bahwa Teluk Persia adalah simbol perlawanan bangsa Iran terhadap penjajah lama maupun baru.
(last modified 2026-04-30T08:01:43+00:00 )
Apr 30, 2026 19:00 Asia/Jakarta
  • Masoud Pezeshkian, Presiden Iran
    Masoud Pezeshkian, Presiden Iran

Pars Today - Presiden Republik Islam Iran mengatakan bahwa Teluk Persia adalah simbol perlawanan bangsa Iran terhadap penjajah lama maupun baru.

Sebagaimana dilaporkan Pars Today, 30 April 2026, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran dalam pesannya menyambut Hari Teluk Persia menulis bahwa perairan ini adalah bagian tak terpisahkan dari identitas nasional bangsa Iran dan simbol keteguhan bangsa besar Iran melawan penjajah lama dan baru.

Pezeshkian menyebut keberanian angkatan laut Iran saat ini sebagai bukti peran menentukan Iran dalam menjaga keamanan kawasan dan jalur-jalur vital transportasi energi.

Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran, sebagai penjaga keamanan Teluk Persia dan Selat Hormuz, tetap berkomitmen pada prinsip kebebasan bernavigasi dan keselamatan laut, kecuali untuk negara-negara yang memusuhi Iran. Namun, pelaksanaan prinsip-prinsip ini harus disertai penghormatan terhadap bangsa dan kedaulatan Iran.

Presiden Iran juga menyatakan bahwa tanggung jawab atas segala bentuk ketidakamanan di perairan ini berada di pundak Amerika Serikat dan rezim Zionis.

Pezeshkian juga menyinggung perubahan medan tekanan musuh ke bidang ekonomi dan maritim. Ia menilai strategi blokade laut dan pembatasan perdagangan maritim Iran sebagai tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional.

Di tengah perang dan blokade, Pezeshkian dengan tegas mengokohkan posisi Iran sebagai penjaga keamanan Teluk dan Hormuz. Ia menyorot dua hal: (1) kebebasan navigasi tetap dihormati kecuali untuk musuh, dan (2) siapa pun yang mengganggu keamanan di perairan ini adalah AS dan Israel, bukan Iran. Pernyataan ini sekaligus klarifikasi dan peringatan.(sl)