"Ancaman Hasilnya Bumerang": Dubes Iran Peringatkan AS di DK PBB
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191292-ancaman_hasilnya_bumerang_dubes_iran_peringatkan_as_di_dk_pbb
Pars Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB, menanggapi ancaman-ancaman Trump, menyatakan bahwa "tidak ada kesepakatan abadi yang bisa dicapai melalui ancaman, intimidasi, atau penggunaan kekerasan". Ia menegaskan, "Iran tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman dan tekanan, dan tidak akan pernah menyerah di hadapan tekanan atau paksaan."
(last modified 2026-06-11T05:50:06+00:00 )
Jun 11, 2026 12:48 Asia/Jakarta
  • Amir Saeed Iravani, Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB
    Amir Saeed Iravani, Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB

Pars Today - Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB, menanggapi ancaman-ancaman Trump, menyatakan bahwa "tidak ada kesepakatan abadi yang bisa dicapai melalui ancaman, intimidasi, atau penggunaan kekerasan". Ia menegaskan, "Iran tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman dan tekanan, dan tidak akan pernah menyerah di hadapan tekanan atau paksaan."

Melansir IRNA, 11 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Amir Saeed Iravani, Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB, dalam sidang Dewan Keamanan tentang perkembangan Asia Barat, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Kolombia atas penyelenggaraan sidang tersebut, dan mengatakan, "Presiden Amerika Serikat harus menghentikan ancaman-ancaman berulangnya terhadap Iran."

Ia menegaskan, "Iran tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman dan tekanan, dan tidak akan pernah menyerah di hadapan tekanan atau paksaan."

Iravani menyatakan, "Amerika Serikat telah berulang kali menerapkan kebijakan gagal ini, dan seharusnya sudah menyadari bahwa ancaman dan intimidasi militer menghasilkan efek bumerang."

Iravani mengatakan, "Jika Washington benar-benar mencari solusi diplomatik, mereka harus menghentikan bahasa ancaman dan berinteraksi dengan Iran berdasarkan rasa hormat yang saling menguntungkan, kesetaraan kedaulatan, dan kepatuhan penuh terhadap hukum internasional."(Sail)