Sekjen PBB Tiba di Damaskus
-
Skjen PBB tiba di Damaskus
Pars Today – Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, Sabtu, (25/7) memimpin sebuah delegasi yang tiba di Damaskus.
Menurut laporan IRNA pada hari Sabtu yang mengutip kantor berita resmi Suriah (SANA), Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, beberapa saat yang lalu memimpin sebuah delegasi yang tiba di Damaskus, ibu kota Suriah.
Asaad Hassan al-Shibani, Menteri Luar Negeri Pemerintah Sementara Suriah, menyambut kedatangannya di Bandara Damaskus.
Ini adalah kunjungan pertama seorang Sekretaris Jenderal PBB ke Suriah dalam 17 tahun terakhir.
Edem Wosornu, Direktur Divisi Respons Krisis di Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), pada hari Selasa lalu dalam pertemuan Dewan Keamanan tentang Suriah, telah mengatakan: "5,5 juta orang masih mengungsi di dalam Suriah, dan lebih dari 6 juta pengungsi Suriah juga masih berada di luar negeri."
Ia juga menegaskan bahwa kebutuhan kemanusiaan di Suriah masih sangat luas, dan diperkirakan 15,6 juta orang, setara dengan hampir dua pertiga populasi negara itu, masih membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Ibu Wosornu mengatakan: "Bagi banyak keluarga, kehidupan sehari-hari masih disertai dengan pilihan-pilihan sulit dan ketidakpastian. Krisis ini sedang berubah, tetapi belum berakhir."
Juga, Claudio Cordone, Wakil Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Suriah, yang hadir dalam pertemuan Dewan Keamanan melalui konferensi video dari Damaskus, menyatakan: "Ada peluang nyata bagi Suriah; dengan syarat bahwa lembaga-lembaga yang inklusif, akuntabel, dan efisien dibentuk yang dapat melayani semua warga Suriah."
Ia menekankan: "Kelanjutan komitmen dan dukungan masyarakat internasional, termasuk Dewan Keamanan, akan tetap penting bagi keberhasilan proses ini."
Cordone juga telah mengumumkan kunjungan "Antonio Guterres," Sekretaris Jenderal PBB, ke Suriah pada pekan ini, dan mengatakan bahwa Guterres dalam kunjungan ini akan bertemu dengan Ahmed al-Sharaa, Presiden Sementara Suriah, serta pejabat-pejabat pemerintah lainnya, perwakilan masyarakat sipil, organisasi-organisasi perempuan, dan berbagai kelompok sosial. (MF)