UAE Dapat THAAD & 400 Rudal AIM-120, Kuwait Beli Radar LTAMDS Senilai 8 Miliar Dolar
-
Sistem pertahanan THAAD
Pars Today - Sumber berita melaporkan bahwa pemerintah AS telah menyetujui penjualan paket persenjataan senilai sekitar 16,5 miliar dolar (sekitar Rp 250 triliun) ke Uni Emirat Arab (UAE) dan Kuwait.
Dilansir IRNA, 6 Juni 2026, paket ini mencakup 8,46 miliar dolar untuk UAE dalam empat pembelian terpisah, dan 8 miliar dolar untuk Kuwait.
Untuk Uni Emirat Arab (UAE):
FS-LIDS (Sistem anti-drone canggih): Berjumlah 10 unit, senilai $2,1 miliar.
Rudal udara-ke-udara AIM-120: Berjumlah 400 unit, senilai $1,22 miliar.
Bom berpemandu kecil: 1.500 unit, senilai $644 juta.
Bom pintar (smart bombs): 1.200 unit.
Komponen sistem pertahanan THAAD: Senilai $4,5 miliar
Untuk Kuwait:
Radar LTAMDS (komponen kunci sistem Patriot canggih): Senilai $8 miliar.
Kuwait saat ini mengoperasikan delapan sistem Patriot PAC-3, dan radar baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Paket Senjata ke Taiwan Masih Menggantung
Presiden AS Donald Trump, ketika ditanya tentang paket senjata senilai 14 miliar dolar untuk Taiwan, mengakui bahwa ia belum memutuskan apakah akan mengirimnya atau tidak.
"Kami akan meninjaunya,"* kata Trump.
Kongres AS sebelumnya telah menyetujui penjualan paket senjata tersebut ke Taiwan.
Sementara perang di Iran masih bergolak, AS dengan tenang mempersenjatai sekutu-sekutu Teluk Persia-nya. UAE dan Kuwait, yang secara resmi netral, kini dipersenjatai dengan sistem rudal canggih, bom pintar, dan radar mutakhir. Pertanyaannya, apakah senjata ini untuk "pertahanan" atau untuk mempersiapkan babak berikutnya dari konflik regional?
Mereka bilang perang sudah berakhir, tetapi pabrik-pabrik senjata di AS tidak pernah libur. Rudal AIM-120, bom pintar, dan radar Patriot mengalir deras ke Teluk. Pertanyaannya, untuk apa senjata sebanyak itu jika bukan untuk berperang? Pakta pertahanan atau persiapan perang proksi? Tanyakan pada rakyat Gaza yang terus dibombardir.(Sail)