Jalali: Krisis Energi Dunia Tunjukkan BRICS Harus Bentuk Tatanan Baru yang Adil
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191070-jalali_krisis_energi_dunia_tunjukkan_brics_harus_bentuk_tatanan_baru_yang_adil
Pars Today - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Federasi Rusia, merujuk pada perkembangan beberapa tahun terakhir, dan menegaskan bahwa keamanan energi global sangat ditentukan oleh negara-negara Global South, terutama di antara anggota BRICS, dan negara-negara ini memainkan peran yang menentukan di bidang tersebut.
(last modified 2026-06-07T09:04:02+00:00 )
Jun 07, 2026 16:02 Asia/Jakarta
  • Pertemuan BRICS
    Pertemuan BRICS

Pars Today - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Federasi Rusia, merujuk pada perkembangan beberapa tahun terakhir, dan menegaskan bahwa keamanan energi global sangat ditentukan oleh negara-negara Global South, terutama di antara anggota BRICS, dan negara-negara ini memainkan peran yang menentukan di bidang tersebut.

Dilansir Pars Today, 7 Juni 2026, Kazem Jalali, dalam pidatonya di Konferensi Internasional St. Petersburg (SPIEF) di sela-sela diskusi "Prospek Pengembangan BRICS: Transformasi dan Cakrawala Baru", menguraikan pandangan Iran tentang posisi BRICS dalam sistem energi global.

Jalali menyatakan bahwa ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasokan, fluktuasi pasar global, dan meningkatnya permintaan di negara-negara berkembang menunjukkan bahwa keamanan energi lebih dari sebelumnya telah menjadi salah satu pilar utama stabilitas dan pembangunan global.

Ia menekankan bahwa keamanan energi tidak hanya berarti akses ke sumber daya energi, tetapi juga mencakup konsep yang lebih komprehensif: keamanan pasokan, keamanan permintaan, keamanan investasi, keamanan teknologi, keamanan infrastruktur, dan keamanan keuangan.

Jalali menyatakan bahwa kapasitas besar negara-negara anggota BRICS memerlukan tanggung jawab bersama. Negara-negara ini, katanya, bertanggung jawab untuk membentuk sistem yang lebih adil, stabil, dan inklusif bagi keamanan energi global.

Ia menyerukan pengembangan Koridor Internasional Utara-Selatan, perluasan infrastruktur transportasi dan logistik, pengembangan kerja sama pelabuhan, dan penguatan koneksi jaringan energi antar negara anggota BRICS.

"Energi harus menjadi faktor pembangunan, kesejahteraan, dan produksi—bukan alat untuk menekan pihak lain secara politis,"* tegasnya.

Di tengah kekacauan energi global yang disebabkan oleh perang dan sanksi, BRICS semakin menegaskan posisinya sebagai pusat gravitasi baru. Iran, dengan posisi geografisnya sebagai gerbang konektivitas, mendorong anggotanya untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga penentu aturan main.

Selama ini, 'keamanan energi' adalah senjata bagi Barat untuk mengontrol negara berkembang. Kini, BRICS mulai membalik papan catur. Jalali tidak hanya berbicara tentang pipa dan kilang, tetapi tentang sebuah tatanan baru: di mana energi tidak lagi menjadi alat pemeras, tetapi jembatan kemakmuran. Ini adalah mimpi, tetapi juga panggilan.(Sail)