Diplomasi Iran Goyang AS: Jadi Wakil Ketua Konferensi NPT, AS Murka!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189190-diplomasi_iran_goyang_as_jadi_wakil_ketua_konferensi_npt_as_murka!
Pars Today - Terpilihnya Iran sebagai salah satu dari puluhan wakil ketua Konferensi Review Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) selama sebulan telah memicu kemarahan para kritikus Iran dan mereka yang berusaha menabukan program nuklir Iran.
(last modified 2026-04-30T07:37:09+00:00 )
Apr 30, 2026 14:34 Asia/Jakarta
  • Iran dan NPT
    Iran dan NPT

Pars Today - Terpilihnya Iran sebagai salah satu dari puluhan wakil ketua Konferensi Review Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) selama sebulan telah memicu kemarahan para kritikus Iran dan mereka yang berusaha menabukan program nuklir Iran.

Menurut laporan Pars Today mengutip ISNA, 30 April 2026, meskipun ditentang Amerika Serikat, pada hari pertama Konferensi Review NPT, Republik Islam Iran terpilih sebagai wakil ketua konferensi dan anggota presidium. Pemilihan ini terjadi di tengah situasi di mana AS dan rezim Zionis, didukung negara-negara Arab Teluk Persia, telah dua kali melakukan agresi (2025 dan 2026) terhadap fasilitas nuklir Iran dengan klaim bahwa Iran hampir mencapai senjata nuklir.

Terlepas dari upaya ekstensif negara-negara Barat di bawah pimpinan AS dan negara-negara Arab Teluk Persia untuk mencegah pemilihan Iran, Republik Islam Iran tetap menjadi anggota presidium konferensi kunci di bidang perlucutan senjata nuklir.

Konferensi Review NPT adalah salah satu pertemuan internasional terpenting di bidang perlucutan senjata, nonproliferasi, dan penggunaan energi nuklir secara damai. Konferensi ini dihadiri negara-negara anggota untuk meninjau pelaksanaan komitmen negara-negara dalam kerangka rezim perlucutan senjata nuklir internasional.

Iran secara konsisten menekankan perlunya perlucutan senjata nuklir yang lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibalikkan, serta menegaskan bahwa hak negara-negara untuk menggunakan energi nuklir secara damai adalah prinsip fundamental hukum internasional.

Kemarahan AS dan Sekutunya

AS bersama Uni Emirat Arab dan dengan dukungan kekuatan Eropa utama, dengan keras mengutuk keputusan PBB pada Senin (26 April 2026) yang memberikan posisi kunci kepada Iran dalam konferensi besar perjanjian nuklir tersebut.

Iran terpilih oleh Gerakan Non-Blok sebagai salah satu dari 34 wakil ketua konferensi dalam Konferensi Review NPT ke-11 di markas PBB, New York.

UEA dan Australia secara terbuka mendukung protes AS, sementara Inggris, Prancis, dan Jerman menyatakan keprihatinan mereka.

Ini bukan pertama kalinya pemilihan Iran untuk posisi eksekutif dalam konferensi dan organisasi internasional memicu kontroversi diplomatik dan media. Pada bulan April 2026, ECOSOC mencalonkan Iran untuk menjadi anggota Komite Program dan Koordinasi PBB, dan AS adalah satu-satunya negara yang secara resmi memprotes.

Pembelaan Iran dan Dukungan Rusia

Dalam sidang pembukaan Senin, Reza Najafi, perwakilan Iran, menyebut kritik terhadap keanggotaan Iran di presidium sebagai "tidak berdasar dan bermotivasi politik". Ia menuduh AS munafik, membela hak Tehran untuk pengembangan nuklir damai, dan merujuk pada sejarah nuklir AS.

Rusia membela Iran. Andrey Belousov, perwakilan Rusia, memprotes apa yang disebutnya sebagai politisasi konferensi.

Stephane Dujarric, Juru Bicara PBB, mengatakan Sekretaris Jenderal "sama sekali tidak terlibat dalam pemilihan negara anggota untuk peran kepemimpinan dalam konferensi atau badan legislatif mana pun". Ia menambahkan bahwa fokus PBB tetap pada ancaman nuklir yang lebih luas, bukan kontroversi prosedural seputar penunjukan Iran.

Dujarric mengatakan, "Kami sangat mendorong semua negara anggota yang berpartisipasi dalam Konferensi Review NPT untuk fokus pada apa yang paling penting: menghentikan proliferasi dan ancaman senjata nuklir, yang tetap menjadi ancaman global."

Konteks Penting

Berdasarkan berbagai laporan IAEA, aktivitas dan fasilitas nuklir Iran telah menjalani inspeksi fisik paling ketat dan paling sering, dan tidak ada penyimpangan dari jalur damai yang dilaporkan. Namun, negara-negara Barat dan AS, mengikuti tuduhan Israel, berusaha menghentikan program nuklir Iran melalui sanksi, ancaman, dan serangan militer. Para ahli dan pejabat dari berbagai negara, termasuk AS dan Eropa, menekankan bahwa pengetahuan nuklir Iran tidak dapat dibom atau dihancurkan.

Iran menegaskan bahwa berdasarkan ketentuan NPT, semua negara memiliki hak untuk menggunakan dan menerapkan seluruh siklus bahan bakar, dan kekuatan besar tidak boleh mengabaikan hak ini dengan paksaan dan tekanan.

Dalam negosiasi nuklir Iran dengan 5+1 pada 2015 yang menghasilkan JCPOA, AS dan negara-negara Eropa serta komunitas internasional mengakui hak pengayaan Iran. Iran mampu mempertahankan proses pengayaan di wilayahnya sendiri dan menjaga cadangan uranium yang diperkaya hingga 300 kg di bawah pengawasan IAEA.

Pemilihan Iran sebagai anggota presidium Konferensi Review NPT di New York menunjukkan upaya aktor-aktor kecil dan regional untuk membuka jalan menuju penegakan hak-hak mereka dalam menghadapi pemaksaan dan tekanan dari kekuatan besar.

Di tengah pergolakan perang Iran melawan musuh AS-Zionis, yang telah melancarkan serangan sepihak dan ilegal terhadap integritas teritorial dan fasilitas nuklir Iran, pemilihan ini adalah tamparan keras dan bukti nyata bahwa argumen serta klaim mereka tentang ancaman program nuklir Iran adalah kosong belaka.(sl)