Jubir Parlemen Iran: AS Harus Tunduk pada Diplomasi atau Rudal Kami
-
Ebrahim Rezaei, Jubir Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran
Pars Today - Juru bicara Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran menegaskan bahwa setiap agresi baru terhadap Iran akan mendapat respons yang lebih kuat dan akan membuat Trump semakin dipermalukan.
Dilansir Pars Today, 19 Mei 2026, Ebrahim Rezaei mengatakan kepada TV Al-Masirah bahwa setiap serangan terhadap Iran akan direspons dengan kekuatan yang lebih besar, dan Iran siap menghadapi semua skenario.
"Amerika harus tunduk pada diplomasi kami atau pada kekuatan rudal kami," tegasnya.
Rezaei memperingatkan bahwa setiap agresi baru terhadap Iran hanya akan membawa lebih banyak rasa malu bagi Trump. "Sejarah Hormuz tidak akan pernah kembali seperti sedia kala, dan tidak ada kekuatan yang bisa membukanya tanpa persetujuan kami."
Ia juga mengungkapkan bahwa Parlemen Iran sedang merancang kerangka hukum baru untuk mengelola Selat Hormuz. "Di bawah kerangka ini, kapal musuh tidak akan diizinkan melintas."
Pernyataan Rezaei ini keluar hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan penundaan serangan. Ini bukan sekadar komentar; ini adalah peta jalan. Pertama, Iran akan menggunakan diplomasi untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika diplomasi gagal, rudal adalah pilihan berikutnya. Dan yang terpenting, Hormuz tidak akan pernah lagi menjadi jalan tol terbuka bagi siapa pun. Kapal musuh? Tidak boleh lewat. Titik.(Sail)