Petinggi Militer Zionis Akui Tak Berdaya Hadapi Drone Serat Optik Hizbullah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i190104-petinggi_militer_zionis_akui_tak_berdaya_hadapi_drone_serat_optik_hizbullah
Pars Today - Seorang perwira senior militer Zionis, merujuk pada tantangan yang dihadapi tentara rezim tersebut di front Lebanon, menyatakan bahwa ancaman utama saat ini tidak lagi terbatas pada rudal antitank atau roket, melainkan drone peledak Hizbullah.
(last modified 2026-05-18T09:42:34+00:00 )
May 18, 2026 16:39 Asia/Jakarta
  • Drone serat optik Hizbullah
    Drone serat optik Hizbullah

Pars Today - Seorang perwira senior militer Zionis, merujuk pada tantangan yang dihadapi tentara rezim tersebut di front Lebanon, menyatakan bahwa ancaman utama saat ini tidak lagi terbatas pada rudal antitank atau roket, melainkan drone peledak Hizbullah.

Mayor David Ben Tzion, dari Brigade Parasut 55, menjelaskan, "Kita sekarang berada di era drone peledak. Semakin banyak tentara Israel yang tewas atau terluka oleh drone serat optik yang digunakan Hizbullah."

Ia menambahkan, "Kita berbicara tentang drone yang hampir mustahil dilawan dengan metode konvensional. Tidak ada cara untuk mengganggu sinyalnya, karena mereka terhubung ke operator melalui kabel tipis. Tidak ada frekuensi yang bisa diblokir, dan tidak ada sistem yang bisa dengan mudah melumpuhkannya."

Media Zionis: Hizbullah Kembali ke Perang Gerilya

Sementara itu, media Zionis dini hari tadi mengakui bahwa Hizbullah, dengan kembali ke taktik perang gerilya, berhasil menekan, memburu, dan menguras tentara Israel.

Channel 13 Israel melaporkan bahwa dalam operasi terbaru, Hizbullah telah mengidentifikasi rute pergerakan pasukan Israel terlebih dahulu dan memasang bahan peledak di sepanjang jalur tersebut.

Channel tersebut menambahkan, "Hizbullah berhasil mencapai tujuannya. Mereka memburu tentara Israel, menguras energi mereka, dan melumpuhkan mereka."

Pengakuan ini datang dari dalam: musuh sendiri yang mengakui keunggulan taktik Hizbullah. Drone serat optik telah mengubah aturan permainan. Tidak ada radar, tidak ada sistem jamming, tidak ada teknologi canggih yang bisa menghentikannya. Yang tersisa hanyalah ketakutan di antara pasukan Zionis dan kesadaran bahwa mereka bertempur melawan musuh yang tidak hanya kuat, tetapi juga cerdas.

Selama puluhan tahun, Israel membangun Iron Dome, sistem pencegat rudal, dan perang elektronik tercanggih di dunia. Lalu Hizbullah datang dengan kabel serat optik seharga beberapa dolar dan seluruh sistem pertahanan Zionis ambruk. Ini bukan tentang uang. Ini bukan tentang teknologi. Ini tentang adaptasi. Hizbullah belajar lebih cepat. Dan ketika musuh lebih cepat, yang lambat hanya bisa terluka.(Sail)