Baghaei: "Kebohongan Besar Berikutnya" AS untuk Benarkan Perang
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190070-baghaei_kebohongan_besar_berikutnya_as_untuk_benarkan_perang
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menanggapi retorika terbaru pejabat AS tentang Selat Hormuz dan tuduhan bahwa Iran mengganggu pasar energi global, menyebut klaim tersebut sebagai "kebohongan besar berikutnya" untuk membenarkan perang.
(last modified 2026-06-06T16:42:11+00:00 )
May 17, 2026 18:30 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemenlu Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemenlu Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menanggapi retorika terbaru pejabat AS tentang Selat Hormuz dan tuduhan bahwa Iran mengganggu pasar energi global, menyebut klaim tersebut sebagai "kebohongan besar berikutnya" untuk membenarkan perang.

Dilansir Mehr, 17 Mei 2026, Esmaeil Baghaei menulis di media sosial, "Tampaknya kebohongan besar berikutnya yang mereka cari untuk membenarkan perang ilegal pilihan mereka terhadap Iran adalah klaim 'menjaga perdamaian dan stabilitas pasar energi global'."

Ia menambahkan, "Namun di dunia nyata, provokasi perang yang sembrono oleh rezim AS dan Israel-lah yang menghancurkan proses diplomatik yang sedang berjalan. Dengan agresi militer tak berdasar terhadap Iran, mereka justru menciptakan ketidakamanan di jalur energi vital."

Baghaei menuduh Washington menggunakan taktik propaganda klasik yang dipopulerkan oleh Joseph Goebbels, "Tuduh orang lain atas apa yang sebenarnya kamu lakukan sendiri."

"Ini adalah pola jahat mereka yang sudah sangat dikenal: pertama, ciptakan krisis dan perang. Lalu, dengan mengklaim 'mengembalikan stabilitas' dan 'membela perdamaian', mereka justru memperluas api perang."

Baghaei dengan blak-blakan menuding Washington adalah biang kerok di balik ketidakstabilan energi dunia, bukan Iran. Klaim AS untuk "menjaga perdamaian" adalah sebuah ironi, karena perang yang mereka kobarkan sendirilah yang menyebabkan Hormuz rawan. Iran hanya mengambil tindakan defensif, dan kini Washington ingin mencitrakan diri sebagai "pembawa perdamaian" untuk menutupi jejak kehancuran yang mereka tinggalkan.

Goebbels pernah berkata: "Jika Anda mengulangi kebohongan cukup sering, kebohongan itu akan dipercaya." AS tampaknya membaca manual itu dengan saksama. Pertama, mereka memicu perang. Kedua, mereka mengacaukan pasar energi. Ketiga, mereka menuduh Iran sebagai biang keroknya. Siklus krisis-dan-penyelamatan ini adalah drama klasik Washington. Satu-satunya yang membedakan adalah harga yang harus dibayar dunia dan kali ini, faktanya tidak bisa dibeli dengan retorika.(Sail)