Tehran: Golan Milik Suriah, Palestina untuk Rakyat Palestina
-
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengeluarkan pernyataan mengenai kelanjutan tindakan agresif dan ekspansionis rezim Zionis terhadap Palestina dan Suriah.
Melaporkan dari Tasnim News, Kamis, 13 Agustus 2026, Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dengan keras mengutuk retorika Perdana Menteri kriminal Rezim Zionis yang menyatakan bahwa Dataran Tinggi Golan Suriah selamanya menjadi milik rezim tersebut, serta pengingkaran terhadap negara Palestina yang merdeka.
Pada dasarnya, pemimpin geng kriminal dan mafia yang berkuasa di tanah Palestina yang diduduki tidak berada pada posisi yang layak untuk berkomentar tentang pembentukan negara Palestina yang merdeka. Karena tanah Palestina adalah milik rakyat Palestina, dan ilusi rasis rezim genosida Zionis tidak dapat mengubah fakta ini. Selain itu, Dataran Tinggi Golan adalah bagian tak terpisahkan dari tanah Suriah, dan ambisi kolonial dari entitas perampas dan pendudukan tidak dapat mengubah realitas hukum dan sejarahnya.
Dalam kerangka yang sama, tindakan terbaru pemerintah Kolombia yang mengakui kedaulatan rezim Zionis atas wilayah Golan yang diduduki sepenuhnya ditolak dan dikutuk, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional tentang penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara. Tindakan semacam itu juga bertentangan dengan prinsip hukum internasional yang diakui tentang larangan pengakuan atas efek tindakan ilegal, dan membawa tanggung jawab internasional bagi pemerintah Kolombia.
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, sambil menekankan kewajiban hukum, moral, dan kemanusiaan semua negara, terutama negara-negara Islam, untuk membantu rakyat Palestina dalam mewujudkan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan membebaskan diri dari penindasan apartheid, pendudukan, dan kolonialisme rezim Zionis, mengingatkan tanggung jawab Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pendudukan dan agresi berkelanjutan rezim Zionis terhadap Palestina yang diduduki, Lebanon, Suriah, dan negara-negara kawasan lainnya.
Isu Palestina tetap menjadi isu kemanusiaan dan moral terpenting di dunia kontemporer, yang dimulai sejak 1948 dengan pembentukan entitas palsu di tanah bersejarah Palestina dan, melalui perluasan yang bersifat kanker, telah menyebabkan ketidakamanan di seluruh kawasan dan dunia. Tidak ada keraguan bahwa dukungan penuh Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Kanada, terhadap rezim genosida Zionis adalah faktor utama di balik impunitasnya dan menyebabkan kelanjutan serta peningkatan ekspansionisme dan kejahatannya di kawasan.
Republik Islam Iran, sambil sekali lagi menekankan posisi prinsipilnya dalam mendukung perjuangan sah rakyat Palestina untuk membebaskan tanah mereka dari pendudukan, kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka, terwujudnya hak menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, dengan keras mengutuk segala upaya untuk menyederhanakan dan meminggirkan isu Palestina.
"Pernyataan keras Iran mengutuk pernyataan Perdana Menteri Israel yang mengklaim kedaulatan atas Dataran Tinggi Golan dan mengingkari hak negara Palestina. Karena Golan adalah bagian dari Suriah dan Palestina adalah milik rakyat Palestina, serta mengutuk tindakan Kolombia yang mengakui kedaulatan Israel atas Golan. Iran juga menyoroti tanggung jawab Dewan Keamanan PBB dan menekankan bahwa dukungan AS dan negara-negara Barat tertentu adalah faktor utama yang memungkinkan impunitas dan agresi Israel. Iran menegaskan kembali dukungannya pada perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala upaya untuk meminggirkan isu Palestina."(Sail)