Media Zionis Murka atas Aktivitas Diplomatik Iran di New York
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i197578-media_zionis_murka_atas_aktivitas_diplomatik_iran_di_new_york
Pars Today – Sebuah media Zionis dengan menyatakan kemarahannya terhadap aktivitas delegasi diplomatik Iran di sela-sela sidang Majelis Umum PBB, membandingkan upaya-upaya ini dengan isolasi Netanyahu dan delegasi rezim Zionis di New York.
(last modified 2026-09-27T10:53:56+00:00 )
Sep 27, 2026 17:51 Asia/Jakarta
  • Abbas Araghchi
    Abbas Araghchi

Pars Today – Sebuah media Zionis dengan menyatakan kemarahannya terhadap aktivitas delegasi diplomatik Iran di sela-sela sidang Majelis Umum PBB, membandingkan upaya-upaya ini dengan isolasi Netanyahu dan delegasi rezim Zionis di New York.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth membahas perbedaan mencolok antara aktivitas diplomatik Tehran dan Tel Aviv selama kehadiran kedua pihak dalam pertemuan-pertemuan Majelis Umum PBB.

 

Dalam laporan ini disebutkan bahwa perjalanan singkat Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis ke New York dan pidatonya dalam pertemuan Majelis Umum PBB pekan ini, akan dikenang lebih dari segalanya karena keluarnya sejumlah besar anggota delegasi dari aula saat dimulainya pidatonya dan juga terbatasnya jumlah pertemuan diplomatik yang dilakukannya selama kehadirannya di New York; sementara program diplomatik Iran yang disajikan ke Majelis Umum, jauh lebih dinamis.

 

Surat kabar ini menambahkan bahwa Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran yang mewakili negaranya dalam pertemuan-pertemuan PBB, "masih berada di New York dan diperkirakan akan tetap berada di kota ini pada hari-hari mendatang."

 

Menurut tulisan surat kabar ini, Araghchi selama perjalanannya ke New York bertemu dengan perwakilan setidaknya 24 negara, termasuk menteri luar negeri kekuatan-kekuatan besar Eropa; sementara Netanyahu di sela-sela pertemuan Majelis Umum hanya bertemu dengan 9 pemimpin, termasuk Presiden Argentina, Perdana Menteri Yunani, dan juga Janez Janša, Perdana Menteri baru Slovenia.

 

Netanyahu berada dalam kondisi diplomatik terburuk

 

Surat kabar Zionis ini menambahkan bahwa Araghchi bertemu dengan Kaja Kallas, pejabat kebijakan luar negeri Uni Eropa, dan rekan-rekannya dari Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Portugal, Belanda, Polandia, Rusia, dan Ukraina. Ia juga bertemu dengan Ayman Safadi, Menteri Luar Negeri Yordania; itu pun tak lama setelah Iran menargetkan sasaran-sasaran Amerika di dalam Yordania. Sementara itu, Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, bertemu dengan António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, dan juga berdialog dengan perwakilan media-media Barat.

 

"Yedioth" percaya "peristiwa diplomatik terpenting Iran selama pertemuan Majelis Umum adalah pertemuan Araghchi dengan Steve Witkoff, utusan Donald Trump, Presiden Amerika." Menurut tulisan surat kabar ini, Araghchi mengajukan proposal baru dalam negosiasi antara Teheran dan Washington. (MF)