Foreign Affairs: Perang dengan Iran Mengubah Perimbangan Kekuatan Militer AS
Sebuah majalah Amerika menulis: Perang melawan Iran tidak hanya meningkatkan biaya militer Amerika Serikat, tetapi juga mengubah perhitungan kekuatan militer AS dengan terungkapnya keterbatasan cadangan persenjataan dan sistem pertahanan Washington serta tekanan terhadap kapasitas produksi industri pertahanan.
Perubahan ini dapat memengaruhi kemampuan negara tersebut untuk menangani beberapa krisis dan perang secara bersamaan di berbagai wilayah dunia.
Menurut Pars Today, mengutip IRNA, majalah Amerika Foreign Affairs menulis: Ketika Amerika Serikat memulai serangan terhadap Iran, negara itu memperkirakan dapat menghancurkan pemerintahan Iran dalam waktu singkat. Namun, lebih dari enam bulan kemudian, pemerintahan Iran bukan hanya masih bertahan, tetapi bahkan mungkin lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Teheran segera mengganti para pejabat sebelumnya. Iran juga menutup Selat Hormuz; tindakan tersebut menyebabkan kenaikan harga energi di seluruh dunia dan memberikan pengaruh politik baru kepada Teheran, sekaligus memicu ketidakpuasan para pejabat Amerika.
Foreign Affairs menambahkan: Ada berbagai alasan atas kinerja Iran yang melampaui perkiraan. Teheran telah mempersiapkan diri selama bertahun-tahun menghadapi serangan Amerika Serikat dan Israel sehingga memiliki kesiapan untuk membangun kembali struktur pemerintahannya. Iran juga mampu mengimpor barang-barang yang dibutuhkannya meskipun berada di bawah blokade laut Amerika Serikat. Namun, salah satu faktor terpenting adalah persenjataan Iran berupa drone dan rudal dalam jumlah besar yang murah sekaligus presisi. Persenjataan tersebut membuat serangan balasan Teheran menjadi efektif dan memungkinkan Iran menutup Selat Hormuz, sehingga mencegah Amerika Serikat meningkatkan eskalasi konflik lebih jauh.
Majalah tersebut menegaskan: Namun, perang dengan Iran juga menunjukkan sebuah perubahan yang lebih luas; era penggunaan senjata presisi yang murah, berjumlah besar, telah tiba. Tidak lagi dapat diasumsikan bahwa Amerika Serikat atau militer mana pun dapat memenangkan perang skala penuh hanya dengan menggunakan sejumlah terbatas senjata canggih dan mahal. Negara-negara yang lebih lemah dapat, dengan meluncurkan sejumlah besar rudal dan drone presisi, mengimbangi sebagian kekuatan militer negara-negara yang lebih besar.
Dalam kondisi saat ini, menyerang lebih murah daripada bertahan, karena biaya rudal pencegat yang efektif masih jauh di atas harga drone dan rudal ofensif. Sebagai contoh, drone Shahed-136 yang harganya sekitar 35.000 dolar tidak dapat terus-menerus dicegat menggunakan rudal Patriot yang harganya sekitar 4 juta dolar.