Pezeshkian: Kami Membela Hak Rakyat Iran dan Bangsa-Bangsa Tertindas di Kawasan
Presiden Republik Islam Iran setelah kembali dari kunjungan ke New York, dalam konferensi pers yang menjelaskan hasil dan berbagai pertemuan yang dilakukan selama kunjungan tersebut, menegaskan: Republik Islam Iran akan membela hak-haknya dalam kerangka hukum dan komitmen internasional serta tidak akan membiarkan pihak lain memaksakan apa pun yang mereka kehendaki terhadap Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan: Setelah tiba di New York dan mengetahui pidato Presiden Amerika Serikat, pendekatan kami dalam pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dipengaruhi oleh pernyataan tersebut. Oleh karena itu, kami dengan tegas membela Iran, jalur, keyakinan, dan prinsip-prinsip yang dianut rakyat Iran.
Pezeshkian, seraya menyinggung padatnya agenda diplomatik selama kunjungan tersebut, mengatakan: Setelah berakhirnya sidang, dilakukan berbagai pertemuan dengan para pejabat dari sejumlah negara, di antaranya Presiden Swiss dan Bangladesh, Perdana Menteri Norwegia, Lebanon, Belanda, Pakistan, Armenia, dan Qatar, Presiden Dewan Eropa, serta Sekretaris Jenderal PBB.
Ia juga menyinggung berbagai wawancara dengan media internasional, penyelenggaraan pertemuan dengan para pemimpin redaksi media-media penting, pertemuan dengan lembaga-lembaga pemikir dan para tokoh intelektual Amerika, serta dialog dengan sejumlah tokoh intelektual Iran dan warga Iran yang tinggal di Amerika Serikat. Ia mengatakan: Pertemuan dengan warga Iran yang tinggal di New York merupakan pertemuan yang akrab dan berharga, dan warga Iran dari berbagai daerah hadir dalam pertemuan tersebut.
Pezeshkian melanjutkan: Dalam seluruh pertemuan dan dialog tersebut, kami berupaya menyampaikan secara tegas penderitaan Republik Islam Iran serta tindakan-tindakan kriminal Amerika Serikat dan rezim Zionis.
Mengenai kritik terhadap pendekatan Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan, ia mengatakan: Tidak mungkin di satu sisi infrastruktur, masyarakat, para ilmuwan, dan berbagai pusat menjadi sasaran, sementara di sisi lain mengklaim membela hak asasi manusia. Sanksi yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat juga, menurut pandangan kami, merupakan tindakan terhadap rakyat Iran.
Presiden Iran, seraya menyinggung penyusunan dan pembagian sebuah buklet yang memuat bukti-bukti kejahatan dan kerugian akibat agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam serangan terhadap Iran dengan judul “Bantuan Amerika” selama kunjungan ke New York, mengatakan: Kami dengan tegas membela posisi kami, rakyat Iran, umat Islam, serta penderitaan rakyat Palestina dan negara-negara yang menjadi sasaran agresi.
Pezeshkian mengatakan bahwa Iran dan negara-negara kawasan tidak boleh terjebak dalam perselisihan yang diciptakan pihak lain. Ia menambahkan: Negara-negara Islam harus memiliki pandangan yang berbeda terhadap berbagai persoalan dan berupaya lebih keras untuk meningkatkan kerja sama dan konvergensi dibandingkan sebelumnya.
Presiden Iran menambahkan: Semua umat Islam adalah saudara satu sama lain dan berdasarkan ajaran Islam, Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW, serta sirah para Imam, umat Islam harus berdiri bersama. Kita tidak boleh membiarkan pihak lain mempertentangkan kita satu sama lain.