Drone Bunuh Diri Meledak, Dua Tentara Israel Tewas
-
Tentara Zionis Israel
Pars Today - Militer Zionis setelah ledakan drone bunuh diri dan tewasnya dua tentara, menghentikan penggunaan drone serang selama 48 jam.
Melansir kantor berita Tasnim, Jumat, 25 September 2026, Kanal 12 rezim Zionis melaporkan bahwa Komandan Angkatan Darat militer rezim Israel menghentikan penggunaan drone serang selama 48 jam sebagai tindakan pencegahan. Dalam laporan ini disebutkan bahwa setelah periode ini, evaluasi baru atas situasi akan dilakukan.
Juru bicara militer Zionis juga mengumumkan bahwa Eyal Zamir, Kepala Staf militer rezim ini, mengeluarkan perintah pembentukan tim untuk menyelidiki insiden ledakan drone bunuh diri yang mengakibatkan tewasnya dua tentara rezim ini.
Militer rezim Zionis hari ini mengakui, dua tentaranya tewas dalam ledakan sebuah drone Zionis yang jatuh di antara tenda-tenda tentara rezim ini di Gaza.
Media-media Ibrani melaporkan bahwa dua sersan cadangan tentara Israel bernama Nadav Kali dan Ofek Moalem tewas akibat ledakan satu unit drone milik militer di dalam sebuah pangkalan militer di Beit Hanoun, di utara Jalur Gaza.
Berdasarkan narasi Israel, kedua tentara ini sedang mengendalikan dua unit drone ketika salah satunya jatuh di dalam pangkalan tempat mereka berada. Ketika mereka menuju drone tersebut, karena alasan yang belum jelas, drone itu meledak dan mengakibatkan kematian mereka.
"Militer Zionis menghentikan penggunaan drone serang selama 48 jam setelah ledakan drone bunuh diri yang menewaskan dua tentaranya di pangkalan militer di Beit Hanoun, utara Jalur Gaza. Komandan Angkatan Darat mengeluarkan perintah sebagai tindakan pencegahan; setelah 48 jam akan dilakukan evaluasi baru."(Sail)