Analis Hubungan Internasional: Netanyahu Tidak Lagi Punya Perkataan untuk Didengar
https://parstoday.ir/id/news/world-i197446-analis_hubungan_internasional_netanyahu_tidak_lagi_punya_perkataan_untuk_didengar
Pars Today - Seorang analis masalah internasional dengan merujuk pada keluarnya delegasi perwakilan banyak negara dari aula Majelis Umum PBB pada awal pidato Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Perdana Menteri rezim Zionis tidak lagi memiliki perkataan untuk didengar.
(last modified 2026-09-25T11:16:36+00:00 )
Sep 25, 2026 15:28 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu
    Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu

Pars Today - Seorang analis masalah internasional dengan merujuk pada keluarnya delegasi perwakilan banyak negara dari aula Majelis Umum PBB pada awal pidato Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Perdana Menteri rezim Zionis tidak lagi memiliki perkataan untuk didengar.

Melansir ParsToday yang mengutip IRNA, Jumat, 25 September 2026, Mario Nofal, analis masalah internasional, dalam pesannya di akun media sosial X menulis, "Pidato Netanyahu di PBB belum benar-benar dimulai ketika para perwakilan mulai meninggalkan aula."

Ia menambahkan, "Perdana Menteri (rezim) Israel dihadapkan pada suara protes dan cemoohan hadirin, karena banyak delegasi memprotesnya dengan meninggalkan aula Majelis, dan mengubah momen-momen awal pidatonya menjadi pemandangan ketegangan diplomatik."

Aktivis media dan politik ini dalam lanjutannya dengan menyatakan bahwa Perdana Menteri Rezim Zionis datang untuk berbicara kepada dunia, mencatat, "Namun sebagian dunia sebelum ia bahkan memulai perkataannya, telah sampai pada kesimpulan bahwa Netanyahu tidak lagi memiliki perkataan untuk didengar."

Sumber-sumber berita sebelumnya melaporkan bahwa perwakilan 77 negara yang hadir dalam pertemuan PBB, pada awal pidato Benjamin Netanyahu meninggalkan aula dan hanya satu negara Arab yang perwakilannya tetap bertahan di aula dan tidak keluar.

Reem Al-Hashimi, perwakilan UEA, tidak bersedia meninggalkan aula PBB saat pidato Netanyahu.

Para pemimpin dan perwakilan 193 anggota PBB dari Selasa, 22 September 2026 hingga Senin, 28 September 2026 berkumpul di pertemuan ke-81 Majelis Umum PBB di markas organisasi ini di New York untuk membahas perkembangan internasional terpenting.

"Mario Nofal, analis masalah internasional, dalam pesannya di X menyatakan bahwa pidato Netanyahu di PBB belum benar-benar dimulai ketika para perwakilan mulai meninggalkan aula. Netanyahu dihadapkan pada suara protes dan cemoohan; banyak delegasi meninggalkan aula sebagai protes, mengubah momen awal pidatonya menjadi ketegangan diplomatik. Nofal menegaskan: 'Sebagian dunia sebelum ia memulai perkataannya, telah sampai pada kesimpulan bahwa Netanyahu tidak lagi memiliki perkataan untuk didengar.'"(Sail)