Terungkap, Rincian Panggilan Telepon Ancaman Netanyahu kepada Julani
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i198722-terungkap_rincian_panggilan_telepon_ancaman_netanyahu_kepada_julani
Pars Today – Sebuah media Zionis mengungkap rincian panggilan telepon ancaman Netanyahu, Perdana Menteri rezim tersebut, dengan Abu Muhammad al-Julani, presiden de facto Suriah, pada 16 Juli 2025.
(last modified 2026-10-16T10:16:55+00:00 )
Okt 16, 2026 17:11 Asia/Jakarta
  • Julani
    Julani

Pars Today – Sebuah media Zionis mengungkap rincian panggilan telepon ancaman Netanyahu, Perdana Menteri rezim tersebut, dengan Abu Muhammad al-Julani, presiden de facto Suriah, pada 16 Juli 2025.

Menurut laporan kantor berita Mehr, media Zionis i24NEWS memberitakan tentang panggilan telepon ancaman Netanyahu, Perdana Menteri rezim tersebut, dengan Abu Muhammad al-Julani, presiden de facto Suriah, pada 16 Juli 2025.

 

Berdasarkan laporan ini, Netanyahu dalam panggilan tersebut menuntut penarikan segera pasukan Suriah dari Provinsi Suwaida dan memperingatkan al-Julani bahwa jika tidak menarik mundur pasukannya, serangan Israel akan meningkat. Al-Julani juga meminta tenggat waktu 48 jam untuk menangani situasi tersebut, tetapi Netanyahu menolak permintaan itu.

 

Menurut laporan i24NEWS, Netanyahu dengan merujuk pada apa yang disebutnya sebagai "genosida terhadap Druze", memperingatkan al-Julani bahwa pasukannya harus meninggalkan Suwaida pada pukul 22.00 hari itu juga. Sementara itu, Israel pada hari yang sama melakukan serangan terhadap sasaran-sasaran di Damaskus, termasuk posisi-posisi yang terkait dengan kementerian pertahanan al-Julani.

 

Al-Sharaa dalam responsnya kepada Netanyahu mengatakan: "Saya berharap dialog ini berjalan dengan cara yang berbeda."

 

Setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad dan naiknya Ahmad al-Sharaa (al-Julani), pergerakan dan kontak untuk bekerja sama dengan rezim Zionis meningkat; namun, proses ini tidak menghalangi kelanjutan dan intensifikasi serangan militer Israel ke wilayah Suriah.

 

Rezim Zionis dengan memperluas serangan udara dan menargetkan infrastruktur serta posisi militer Suriah, menunjukkan bahwa bahkan perubahan politik di Damaskus dan upaya-upaya untuk berinteraksi dengan Tel Aviv juga tidak mampu menghentikan serangan rezim ini. (MF)