Pezeshkian: Kami akan melawan, Jika Mereka Ingin Berperang!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i197472-pezeshkian_kami_akan_melawan_jika_mereka_ingin_berperang!
Presiden Iran menegaskan bahwa Iran bukan dan tidak akan menjadi pihak yang memulai perang. Ia mengatakan: “Kami tidak menginginkan perang. Jika mereka ingin berperang dengan kami, kami akan merespons dengan kekuatan.”
(last modified 2026-09-26T04:25:48+00:00 )
Sep 26, 2026 16:25 Asia/Jakarta
  • Pezeshkian: Kami akan melawan, Jika Mereka Ingin Berperang!

Presiden Iran menegaskan bahwa Iran bukan dan tidak akan menjadi pihak yang memulai perang. Ia mengatakan: “Kami tidak menginginkan perang. Jika mereka ingin berperang dengan kami, kami akan merespons dengan kekuatan.”

Presiden Iran Masoud Pezeshkian, pada hari kedua kunjungannya ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81, dalam wawancara dengan jaringan televisi Fox News menjelaskan posisi Iran mengenai perang dan perundingan dengan Amerika Serikat, program nuklir, keamanan pelayaran di Selat Hormuz, perkembangan regional, serta persoalan dalam negeri.

Mengenai keputusan Iran untuk berunding atau melanjutkan perang, Pezeshkian mengatakan: “Kami tidak memilih perang; perang dipaksakan kepada kami. Kami tidak menginginkan perang, tetapi setiap kali kami diserang, kami terpaksa membela diri. Kami bukan pihak yang memulai perang dan tidak akan menjadi pihak yang memulai perang, tetapi jika mereka ingin berperang dengan kami, kami akan merespons dengan kekuatan. Saat ini mereka juga memberikan tekanan untuk memaksa kami menyerah di luar kerangka dan aturan hukum internasional, tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan.”

Menanggapi pertanyaan mengenai tuntutan Iran dalam perundingan dan kemungkinan konsesi, Presiden Iran menyatakan: “Kami telah mencapai kesepahaman dan menandatangani kesepahaman tersebut dengan presiden Anda. Berdasarkan kesepahaman itu, kami siap untuk melanjutkannya. Kami tidak menutup Selat Hormuz; Selat Hormuz terbuka. Mereka menyerang kami tanpa alasan hukum apa pun, membunuh pemimpin kami, para komandan dan ilmuwan kami, serta membom sekolah anak-anak kami yang berisi 168 siswa. Dari sudut pandang hak asasi manusia, kemanusiaan, dan hukum, hal ini tidak dapat diterima dan kami membela diri. Kami menuntut hal yang sama seperti yang sebelumnya kami sampaikan mengenai kerangka hukum kami; kami tidak menginginkan hal lain.”

Pezeshkian menunjuk pada sumber utama pelanggaran kesepahaman tersebut dan mengatakan: “Bukan kami yang memulai serangan. Masalahnya adalah ketika pihak-pihak yang selama bertahun-tahun bertanggung jawab atas selat tersebut tidak dapat melewatkan kapal mereka sendiri melalui kawasan itu, tentu saja kapal-kapal lain juga tidak akan memiliki hak untuk melintas. Saat ini Amerika Serikat tidak mengizinkan kapal kami sendiri melewati kawasan tersebut. Atas dasar apa Amerika datang ke sana dan tidak mengizinkannya? Bukankah pelayaran bebas? Mengapa mereka menutup jalan kami?”

Ia mengatakan bahwa masalah yang dihadapi adalah adanya ketidakpercayaan antara kedua pihak. Ia menambahkan: “Penyebabnya adalah sebelumnya kami telah mencapai kesepahaman dalam JCPOA, tetapi presiden [Amerika] merobeknya. Kemudian kami kembali berbicara satu sama lain dalam berbagai perkembangan ini, tetapi ketika sedang berunding, mereka menyerang kami. Kami kembali duduk dan berunding, lalu mereka menyerang lagi. Sekali lagi kami duduk, berunding, mencapai kesepahaman dan menandatanganinya, tetapi sekali lagi hal-hal ini terjadi. Jika kami tidak dapat saling mempercayai dalam kerangka hukum dan tindakan yang sedang kami lakukan, serta mematuhi kesepakatan kami, bagaimana kami dapat kembali menerima bahwa masalah kami dapat diselesaikan melalui dialog?”

Mengenai sejauh mana keputusan Iran bergantung pada pemilihan sela Amerika Serikat, Pezeshkian menambahkan: “Kami sama sekali tidak memedulikan pemilu Amerika. Jika Amerika datang untuk berdialog dan mengakui hak-hak kami dalam kerangka hukum internasional, kami siap berdialog. Jika mereka tidak mau mengakui hak-hak tersebut, baik sebelum maupun setelah pemilu, apa bedanya bagi kami?”

Menanggapi pertanyaan apakah ia yakin perang ini dapat berakhir sebelum akhir tahun, ia mengatakan: “Kami ingin tidak berperang, tetapi kami akan membela diri dengan kekuatan. Kami tidak menginginkan perang; perang tidak menguntungkan siapa pun. Saya percaya manusia tidak seharusnya membunuh manusia. Manusia adalah makhluk tertinggi di alam semesta, dan ketika suatu masalah dapat diselesaikan melalui dialog, masalah itu tidak seharusnya diselesaikan dengan darah dan pertumpahan darah. Namun, sayangnya, Amerika Serikat, dengan memprovokasi Israel, telah memaksakan perang ini kepada kami. Kami tidak ingin perang ini berlanjut. Amerika Serikatlah yang harus memutuskan apakah mereka ingin mengakhirinya atau tidak.”