New York sebagai Cermin: Netanyahu, Trump, dan Harga Politik Isolasi
https://parstoday.ir/id/news/world-i197464-new_york_sebagai_cermin_netanyahu_trump_dan_harga_politik_isolasi
Pars Today - Perjalanan sehari Netanyahu ke New York, bersamaan dengan keluarnya 77 delegasi dari aula Majelis Umum PBB, berubah menjadi gambaran jelas tentang meningkatnya isolasi internasional rezim Zionis.
(last modified 2026-09-26T03:27:30+00:00 )
Sep 26, 2026 10:26 Asia/Jakarta
  • Sidang Umum PBB
    Sidang Umum PBB

Pars Today - Perjalanan sehari Netanyahu ke New York, bersamaan dengan keluarnya 77 delegasi dari aula Majelis Umum PBB, berubah menjadi gambaran jelas tentang meningkatnya isolasi internasional rezim Zionis.

Melansir Pars Today, Jumat, 25 September 2026, Benjamin Netanyahu pergi ke New York untuk menggunakan mimbar diplomatik terpenting dunia guna membela kinerja rezim Zionis, tetapi pemandangan yang terbentuk di depan kamera dunia lebih bermakna daripada teks pidatonya. Puluhan delegasi meninggalkan aula dan Perdana Menteri Rezim Zionis hanya beberapa jam kemudian meninggalkan New York. Perjalanan singkat ini, bersama dengan keengganan Trump untuk bertemu dengannya, menyajikan gambaran berbeda dari posisi yang selama bertahun-tahun ditampilkan Netanyahu dan kabinet-kabinet sebelumnya di PBB.

Washington Post sebelum pidato Netanyahu, memberitakan bahwa ia berada di hadapan "tingkat isolasi internasional yang baru dan belum pernah terjadi sebelumnya". Pentingnya laporan ini adalah bahwa Washington Post tidak membatasi isolasi ini hanya pada hubungan Tel Aviv dengan Eropa, melainkan menempatkannya bersama ketegangan yang meningkat antara Netanyahu dan Donald Trump. Perselisihan tentang perang Gaza dan kemudian perang terhadap Iran, kini telah menjadi salah satu faktor tekanan pada hubungan Netanyahu dan Gedung Putih.

Perubahan perilaku Washington ini memiliki kepentingan khusus. Netanyahu selama bertahun-tahun bersandar pada asumsi politik bahwa bahkan jika tekanan internasional meningkat, dukungan Amerika dapat menetralkan biaya diplomatik kebijakan Tel Aviv. Kini Washington Post berbicara tentang penurunan dukungan publik Amerika terhadap rezim Zionis dan peningkatan diskusi di Kongres tentang perubahan kebijakan bantuan militer. Bahkan jika kita belum menganggap proses ini sebagai perpecahan dalam hubungan Amerika dan rezim Zionis, perubahan suasana politik di sekitar hubungan ini tidak dapat diabaikan.

Di Eropa juga, tanda-tandanya semakin jelas. Peningkatan sanksi terkait pemukim dan pengakuan negara Palestina oleh sejumlah pemerintah Eropa serta pembatasan persenjataan, menunjukkan bahwa persoalannya telah melampaui tingkat kritik verbal dan mencapai tindakan politik dan hukum. Washington Post juga mengkaji proses ini terkait dengan peningkatan kritik global terhadap perang Gaza, perluasan pemukiman di Tepi Barat, dan kekerasan pemukim.

Namun pertunjukan New York memiliki aspek yang lebih penting: isolasi Netanyahu bukan lagi sekadar masalah diplomatik, melainkan telah berubah menjadi masalah domestik. Pemilihan Knesset sudah di depan mata dan kritikus domestik menekan kabinet Netanyahu tentang biaya internasional perang dan penurunan posisi rezim Zionis di dunia. Karena itu mimbar PBB bagi Netanyahu sekaligus memiliki dua audiens: dunia dan opini publik domestik. Keluarnya 77 delegasi dari aula, tetapi merupakan gambaran yang dilihat kedua audiens itu.

Bahkan media-media Zionis pun tidak dapat menyembunyikan perubahan ini. Shalom Yerushalmi di Times of Israel menggambarkan perjalanan Netanyahu sebagai tanda kemerosotan posisi internasionalnya dan menyoroti bahwa Perdana Menteri Rezim Zionis tidak lagi seperti sebelumnya memiliki kemungkinan hadir secara bebas dan lama di New York. Persoalannya bukan hanya durasi perjalanan; persoalannya adalah perubahan yang terjadi dalam biaya politik dan keamanan perjalanan luar negeri Netanyahu.

Dalam kondisi seperti itu, keluarnya 77 delegasi dari aula Majelis Umum tidak dapat dianggap semata-mata insiden seremonial. Tindakan ini adalah bagian dari gambaran yang lebih besar; gambaran di mana dukungan tradisional Barat terhadap Tel Aviv dihadapkan pada tekanan yang meningkat dari opini publik, pemerintah, lembaga hukum, dan bahkan sebagian struktur politik Amerika.

Karena itu dapat dikatakan, meskipun Netanyahu pergi ke New York dengan tujuan berpidato, tetapi yang tersisa dalam ingatan bukanlah pidatonya; melainkan keluarnya delegasi-delegasi. Perjalanan sehari, ketiadaan pertemuan dengan Trump, dan keluarnya 77 delegasi dari aula adalah tiga tanda dari perubahan yang lebih besar: biaya internasional kebijakan rezim Zionis tidak lagi dapat disembunyikan.(Sail)