Italia Memulai Investigasi tentang Penyiksaan Aktivis Armada Gaza
-
Serangan rezim Zionis ke Armada Gaza
Pars Today - Italia memulai investigasi yudisial tentang peran 13 pejabat rezim Zionis, termasuk menteri perang dan keamanan rezim tersebut, dalam penyiksaan dan penganiayaan aktivis armada Gaza.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr, mengutip surat kabar Italia La Repubblica, Jumat, 16 Oktober 2026, Kejaksaan Roma memperluas investigasi tentang serangan militer Zionis terhadap armada bantuan ke Gaza dan menempatkan 13 pejabat Zionis, termasuk menteri perang dan keamanan dalam negeri rezim tersebut, di bawah investigasi yudisial terkait tuduhan yang diajukan tentang perlakuan buruk terhadap aktivis armada ini.
Kejaksaan Roma dalam kerangka investigasi tentang serangan terhadap Armada Global Sumud, selain Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri Rezim Zionis, Israel Katz, Menteri Perang rezim tersebut, dan sejumlah komandan tinggi militer, juga menempatkan pejabat polisi dan petanggung jawab penjara rezim itu dalam daftar orang yang diselidiki secara yudisial.
Investigasi yudisial ini berkaitan dengan dua misi kemanusiaan Armada Global Sumud pada Oktober 2025 dan Mei 2026 yang dilakukan dengan tujuan mematahkan blokade laut Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah ini.
Berdasarkan laporan surat kabar ini, investigasi Kejaksaan Roma tidak terbatas pada bagaimana kapal-kapal disita, melainkan juga mencakup tanggung jawab yang mungkin dari pejabat politik dan militer dalam rantai komando serta kondisi penahanan aktivis.
Berkas ini dibuka setelah pengaduan 50 warga negara Italia yang ditahan selama dua misi armada tersebut. Orang-orang ini mengatakan bahwa saat kapal-kapal disita di perairan internasional dan setelah dipindahkan ke pusat-pusat penahanan rezim penjajah, mereka menghadapi perlakuan buruk dan kekerasan.
Berdasarkan laporan La Repubblica, pemukulan, penyiksaan, pencurian, dan penahanan ilegal termasuk tuduhan yang diajukan dalam berkas ini. Kejaksaan Roma untuk memeriksa klaim-klaim ini, telah memeriksa kesaksian aktivis, rekaman video, dokumen medis, dan dokumentasi teknis.
Surat kabar ini juga melaporkan bahwa investigasi tentang berkas ini dilanjutkan dengan kerja sama otoritas yudisial 10 negara lain, termasuk Portugal, Spanyol, Prancis, Swedia, Polandia, Belgia, Belanda, Australia, Finlandia, dan Slowakia.
“Italia memulai investigasi yudisial tentang peran 13 pejabat rezim Zionis, termasuk menteri perang dan keamanan dalam negeri, dalam penyiksaan dan penganiayaan aktivis Armada Gaza. Kejaksaan Roma memperluas investigasi atas serangan militer Zionis terhadap armada bantuan ke Gaza dan menempatkan 13 pejabat, termasuk Itamar Ben-Gvir dan Israel Katz serta sejumlah komandan tinggi, pejabat polisi, dan petanggung jawab penjara, di bawah investigasi.”(Sail)