NATO Paksa Industri Senjata Eropa Percepat Produksi demi Redam Amarah Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i190066-nato_paksa_industri_senjata_eropa_percepat_produksi_demi_redam_amarah_trump
Pars Today - Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, akan mengadakan pertemuan besar pekan depan di Brussel dengan para CEO perusahaan persenjataan terbesar Eropa. Tujuannya: memaksa mereka meningkatkan investasi dan produksi senjata secara drastis.
(last modified 2026-05-17T09:49:57+00:00 )
May 17, 2026 16:46 Asia/Jakarta
  • Prrsenjataan Eropa
    Prrsenjataan Eropa

Pars Today - Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, akan mengadakan pertemuan besar pekan depan di Brussel dengan para CEO perusahaan persenjataan terbesar Eropa. Tujuannya: memaksa mereka meningkatkan investasi dan produksi senjata secara drastis.

Dilansir IRNA, 17 Mei 2026, langkah ini, menurut Financial Times, didorong oleh dua faktor utama:

- Meredakan kemarahan Donald Trump. Presiden AS merasa NATO tidak mendukung penuh kebijakan militernya, terutama dalam perang terhadap Iran, dan terus menekan Eropa untuk meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5% dari PDB masing-masing negara.

- Kebutuhan mendesak Eropa untuk mengurangi ketergantungan militer pada AS. Dengan ketidakpastian komitmen Washington di masa depan, Eropa harus mulai membangun kapasitas pertahanannya sendiri.

Fokus Utama: Rudal Jarak Jauh dan Drone

Meskipun Eropa mulai mengatasi masalah amunisi, kini tantangan terbesarnya adalah rudal jarak jauh. Jerman, misalnya, berusaha membeli rudal jelajah Tomahawk buatan AS setelah Pentagon membatalkan rencana penempatan persenjataannya sendiri di wilayah Jerman.

Selain rudal, para pemimpin Eropa juga fokus pada produksi drone murah untuk berbagai keperluan: udara, darat, dan laut. Ini adalah pelajaran yang diambil dari perang Ukraina dan konflik Iran-AS, di mana drone murah terbukti sangat efektif melawan teknologi mahal.

Perusahaan yang Akan Hadir dan Target Finansial

Sejumlah perusahaan besar dipastikan akan mengirim perwakilan ke pertemuan tersebut:

Perusahaan           Negara                  Spesialisasi Utama

Rheinmetall            Jerman                  Tank, amunisi, kendaraan militer

Airbus                    Prancis (Eropa)     Pesawat militer, sistem kedirgantaraan

Safran                   Prancis                  Mesin pesawat, sistem navigasi

Saab                     Swedia                  Pesawat tempur (Gripen), sistem radar

MBDA                    Eropa                    Rudal jarak pendek hingga jarak jauh

Leonardo               Italia                      Helikopter, elektronik pertahanan

Target jangka panjangnya sangat ambisius: jika semua negara anggota NATO Eropa memenuhi permintaan Trump untuk membelanjakan 5% dari PDB mereka untuk pertahanan, maka pada tahun 2035, total pengeluaran pertahanan tahunan Eropa akan melonjak sebesar $1 triliun (sekitar Rp 16.000 triliun) dibandingkan tahun 2024.

Tantangan di Balik Target Ambisius

Meskipun targetnya jelas, jalan menuju peningkatan produksi masih terhambat oleh saling menyalahkan antara pemerintah dan industri senjata:

Pemerintah mengeluh bahwa perusahaan tidak cukup cepat memperluas kapasitas produksi mereka.

Perusahaan berargumen bahwa mereka tidak bisa berinvestasi dalam jumlah besar tanpa kontrak pembelian jangka panjang yang pasti dari pemerintah.

Rutte kini berusaha menjembatani kesenjangan ini. Ia ingin perusahaan berinvestasi segera, tanpa harus menunggu pesanan besar dari negara. Pertemuan di Brussel diharapkan menghasilkan "pengumuman penting" untuk disampaikan dalam KTT NATO bulan Juli di Ankara, Turki. Pengumuman ini diharapkan bisa meredakan kemarahan Trump dengan menunjukkan bahwa Eropa serius membayar untuk keamanannya sendiri.

Eropa kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, tekanan perang dan permintaan Trump memaksa mereka untuk segera membangun industri militer yang mandiri. Di sisi lain, biaya untuk melakukan lompatan besar ini sangat besar, dan hubungan antara pemerintah serta industri sedang retak. Pertemuan Rutte pekan depan bukan hanya tentang produksi senjata, tetapi tentang apakah Eropa mampu mengambil alih kendali atas keamanannya sendiri sebelum mimpi buruk ketergantungan pada AS menjadi kenyataan.(Sail)