Wawancara Eksklusif Pars Today dengan Mandana Pourian
Kisah Dokter Wanita Iran tentang Kemajuan Ilmiah, Cinta Tanah Air, dan Hijab
-
Dr. Mandana Pourian
Pars Today - Mandana Pourian adalah seorang dokter Iran dan lulusan Sekolah Farzanegan. Ia meraih peringkat pertama dalam Festival Ilmiah Kharazmi, meraih medali perak nasional dalam Olimpiade Biologi, dan meraih peringkat pertama dalam ujian pra-internship.
Menurut Pars Today, Dr. Mandana Pourian saat ini bekerja di Departemen Radiologi Institut Kanker di Kompleks Rumah Sakit Imam Khomeini di Tehran, di mana ia tetap tekun dan mengikuti perkembangan terkini di bidang spesialisasinya. Ia memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Iran, dan cita-citanya adalah membantu membangun "Iran Islam yang maju."
Untuk lebih mengenal dokter Iran ini, situs web Pars Today melakukan wawancara dengannya, yang kutipannya disajikan di bawah ini.
Pars Today -- Tolong perkenalkan diri Anda.
Saya Mandana Pourian, seorang dokter spesialis radiologi dan fellow pencitraan payudara, anggota staf pengajar di Universitas Ilmu Kedokteran Tehran, dan saat ini bekerja di Departemen Radiologi Institut Kanker Kompleks Rumah Sakit Imam Khomeini. Di samping pekerjaan profesional saya, saya juga ibu dari dua orang anak dan tertarik pada alam serta puisi.
Pars Today -- Dokter, tolong ceritakan sedikit tentang kedokteran—terutama radiologi—dan mengapa Anda memilih bidang ini?
Kedokteran adalah profesi yang sangat berharga karena berkaitan dengan kesehatan dan kehidupan masyarakat. Menurut pandangan saya, setiap langkah yang membantu manusia hidup tanpa rasa sakit dan penderitaan sangatlah berharga, dan inilah yang menarik saya pada kedokteran. Selain itu, kedokteran adalah bidang yang ilmiah dan dinamis karena sangat terhubung dengan manusia, dan tubuh manusia itu sendiri adalah sebuah kisah yang luar biasa.
Saya memilih radiologi karena lebih sesuai dengan kepribadian dan karakter saya, dan seiring berjalannya waktu, saya menjadi semakin puas dengan pilihan saya.
Pars Today -- Anda adalah anggota staf pengajar di Universitas Ilmu Kedokteran Iran dan menjabat sebagai asisten profesor di Departemen Radiologi Institut Kanker Rumah Sakit Imam Khomeini. Bagaimana keadaan terkini pengobatan dan penelitian kanker di Iran?
Di bidang ini, banyak studi dan proyek penelitian telah dilakukan dan masih berlangsung di Iran, dan kami juga memiliki pengobatan yang efektif. Dalam radiologi juga, kemajuan yang sangat signifikan telah dibuat, dan kami saat ini menggunakan teknologi yang masih dalam fase penelitian di belahan dunia lain. Di bidang ini, kami juga menggunakan kecerdasan buatan untuk pelaporan dan analisis. Secara keseluruhan, meskipun ada sanksi Barat, kami bergerak maju seiring dengan negara-negara lain di dunia.
Pars Today -- Dokter, salah satu ciri khas Anda adalah hijab yang sempurna. Apa pandangan Anda tentang hijab?
Menurut pendapat saya, pakaian dan penutup aurat adalah bagian dari fitrah manusia, dan manusia diciptakan dengan karakteristik ini. Saya percaya bahwa pakaian yang sopan berhubungan langsung dengan rasa malu, dan rasa malu adalah sifat bawaan dalam diri manusia, terutama wanita. Masalah ini juga dianggap penting dari perspektif agama.
Dalam Islam, hijab dianjurkan bagi wanita karena daya tarik lebih yang mereka miliki, dan seorang wanita yang berhijab sering merasa lebih nyaman dalam banyak interaksi sosial. Saya pribadi sangat menghargai hijab, dan itu telah membantu saya berpartisipasi dalam masyarakat dengan lebih nyaman.
Pars Today -- Apakah berhijab membuat pekerjaan Anda lebih sulit?
Sama sekali tidak. Bagi saya, hijab adalah bentuk perlindungan yang memungkinkan saya hadir di masyarakat dan di tempat kerja dengan lebih nyaman dan percaya diri.
Pars Today -- Dokter, apa pendapat Anda tentang Iran, dan mengapa Anda memilih untuk tinggal di negara ini?
Saya merasakan rasa tanggung jawab yang sangat kuat terhadap masyarakat dan negara saya. Saya menganggap diri saya berutang budi kepada darah para syuhada tanah air kami yang mengorbankan nyawa mereka untuk melindungi tanah ini. Selain itu, tidak ada tempat yang benar-benar dapat menggantikan tanah air. Rasa nyaman yang saya rasakan di antara orang-orang yang berbicara dalam bahasa saya, di tanah tempat saya dilahirkan dan di mana akar saya berada, adalah sesuatu yang tidak akan saya temukan di tempat lain di dunia.
Pars Today -- Dokter, Anda berbicara dengan sangat emosional tentang para syuhada. Apa keyakinan Anda mengenai mereka?
Saya memiliki rasa hormat yang besar kepada para syuhada. Menurut pandangan saya, mereka adalah orang-orang istimewa dan luar biasa yang mengorbankan nyawa mereka untuk tanah air mereka. Pengorbanan mereka telah meletakkan tanggung jawab pada diri saya untuk tetap di sini dan melayani masyarakat melalui profesi saya.
Pars Today -- Apa arti Iran bagi Anda?
Iran — saya sangat mencintainya.
Pars Today -- Apa harapan Anda untuk Iran?
Harapan saya adalah melihat Iran Islam yang maju.
Pars Today -- Anda tetap tinggal di Tehran selama perang. Seperti apa pengalaman itu, dan mengapa Anda bertahan?
Bagi saya, perang adalah kesempatan untuk lebih memahami diri saya sendiri. Pertanyaannya adalah: dalam situasi seperti itu, bantuan apa yang dapat saya berikan? Saya mengumumkan bahwa di mana pun keahlian saya dibutuhkan, saya akan berada di sana. Melalui perang ini, saya menyadari lebih dari sebelumnya betapa dalamnya saya mencintai tanah dan tanah air ini.
Pars Today -- Tolong ceritakan sedikit tentang kehidupan keluarga Anda.
Suami saya adalah seorang ahli bedah jantung dan anggota staf pengajar di sebuah universitas. Kami telah menikah selama sekitar 14 tahun, dan kami memiliki satu putra dan satu putri.
Pars Today -- Apakah hidup dengan seorang ahli bedah membuat segalanya lebih sulit bagi Anda?
Pada kenyataannya, kehidupan setiap dokter terjalin dengan profesinya. Kekhawatiran merawat pasien, menindaklanjuti kondisi mereka, dan masalah serupa seringkali dibawa ke rumah. Karena kami berdua adalah dokter, kami telah mengembangkan pemahaman bersama tentang tantangan dan kesulitan profesional masing-masing.
Tentu saja, hidup dengan seorang ahli bedah jantung memiliki tantangannya sendiri—shift panjangnya, operasi yang kompleks dan berat, serta tanggung jawab mengajarnya semua berarti ia seringkali kurang hadir di rumah. Tetapi saya membuat pilihan ini dengan penuh kesadaran.
Dia bukan hanya suami saya tetapi juga teman dan kolega saya, dan saya telah berusaha mendukungnya dengan pengertian agar tidak menghambat kemajuan profesionalnya. Saya percaya bahwa negara kita sangat membutuhkan keahlian semacam ini, dan saya menganggapnya sebagai tugas saya untuk mendampinginya sehingga banyak pasien dapat dirawat dalam spesialisasi ini.
Saya telah membuat komitmen dalam arti spiritual, dan saya percaya bahwa Tuhan membawa kebaikan dan keberkahan ke dalam kehidupan kita.
Pars Today -- Selain kedokteran, apa minat Anda?
Membaca buku, sastra—terutama puisi, seni, musik, dan tentu saja, bepergian.
Pars Today -- Anda menyebutkan bahwa Anda suka bepergian. Apakah Anda memiliki pengalaman berkesan dari bepergian di dalam Iran?
Baru-baru ini, saya bepergian dengan keluarga saya ke Pulau Qeshm. Kami menaiki perahu di perairan Teluk Persia, dan sepanjang waktu itu, saya terus berpikir: bagaimana mungkin seseorang bisa menyerahkan satu inci pun dari tanah ini kepada musuh? Sungguh tak tertahankan. Saya akan memberikan nyawa saya, tetapi tidak tanah air saya. Iran penuh dengan keindahan dan keajaiban, dan saya terus-menerus mengingatkan anak-anak saya akan hal ini.
Pars Today -- Apa arti harapan dari perspektif Anda?
Harapan memberi manusia motivasi untuk berusaha lebih keras. Harapan seperti cahaya yang bersinar di kejauhan, membimbing orang dan membantu mereka mendefinisikan jalan serta tujuan mereka.
Pars Today -- Apa salah satu impian terbesar Anda?
Untuk hadir di panggung global sebagai perwakilan dari Iran Islam yang maju, dan agar rasa motivasi ini juga ada di semua sesama warga negara saya.
Pars Today -- Ada pesan terakhir?
Menurut pandangan saya, Iran tidak kekurangan apa pun. Tanah ini memiliki gunung, dataran, laut, dan segala macam sumber daya alam. Tanah ini memiliki orang-orang yang cerdas dan berbudaya. Baik dari perspektif agama maupun nasional, Iran adalah negara yang luar biasa yang keajaibannya harus diwariskan kepada generasi mendatang. Adalah tugas kita, dengan alat dan keahlian apa pun yang kita miliki, untuk memperkenalkan Iran kepada generasi berikutnya dan untuk melindungi serta melestarikannya.