Haredi Serang Rumah Kepala Polisi Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189146-haredi_serang_rumah_kepala_polisi_israel
Pars Today – Sekelompok Haredi yang menentang wajib militer menyerbu rumah kepala polisi rezim Israel, berunjuk rasa di halaman rumahnya, dan meneriakkan yel-yel protes terhadapnya.
(last modified 2026-04-29T10:04:45+00:00 )
Apr 29, 2026 17:01 Asia/Jakarta
  • Yahudi Haredi
    Yahudi Haredi

Pars Today – Sekelompok Haredi yang menentang wajib militer menyerbu rumah kepala polisi rezim Israel, berunjuk rasa di halaman rumahnya, dan meneriakkan yel-yel protes terhadapnya.

Seperti dilaporkan Klub Jurnalis Muda (YJC); Sekelompok pengunjuk rasa Haredi yang menentang wajib militer, pada Selasa (28/4/2026) malam, menyerbu rumah kepala polisi rezim teroris Israel dan berunjuk rasa di tamannya untuk memprotes tindakan terkait hukuman bagi mereka yang menolak panggilan wajib militer. Aksi duduk (sitzprotest) ini mendapat kecaman keras dari para pemimpin militer dan politik rezim tersebut.

 

Sehubungan dengan itu, polisi berseragam rezim teroris Israel menyerang para Haredi dan mencegah mereka berunjuk rasa di halaman rumah kepala polisi tersebut.

 

Menurut laporan media Zionis, video-video di media sosial menunjukkan puluhan Haredi meneriakkan yel-yel di halaman rumah Yuval Yamin, kepala polisi rezim teroris Israel, saat ia bersama keluarganya berada di dalam rumah.

 

Tindakan ini terjadi setelah Mahkamah Agung rezim teroris Israel pada hari Minggu mengeluarkan perintah untuk menghentikan pemberian tunjangan keuangan kepada Haredi yang dibebaskan dari dinas militer dan memulai proses hukum terhadap mereka.

 

Sehubungan dengan itu, Benjamin Netanyahu, penjahat perang yang diburu Mahkamah Pidana Internasional dan Perdana Menteri rezim teroris Israel, mengatakan: "Saya dengan keras mengutuk serangan biadab dan kejam terhadap kepala polisi militer, dan menuntut tindakan tegas terhadap para pelakunya."

 

Di sisi lain, Yoav Gallant, Menteri Perang rezim teroris, mengutuk "masuknya secara sengaja" ke rumah Yamin "saat keluarganya berada di rumah" dan menganggap setiap upaya untuk melukai anggota dinas keamanan sebagai "melewati garis merah." (MF)