Perang Senyap Melawan Dolar: Tiongkok Siap Luncurkan mBridge
https://parstoday.ir/id/news/world-i191526-perang_senyap_melawan_dolar_tiongkok_siap_luncurkan_mbridge
Pars Today - Financial Times mengklaim bahwa Tiongkok tengah mempersiapkan diri untuk meluncurkan dan mengoperasikan secara komersial sebuah program mata uang digital yang dapat mengubah tatanan metode pembayaran lintas batas, mengurangi ketergantungan pada dolar, dan mendekatkan Beijing dengan mitra dagangnya dalam inisiatif "Sabuk dan Jalan".
(last modified 2026-06-15T06:39:36+00:00 )
Jun 15, 2026 11:46 Asia/Jakarta
  • Dolar yang dikepung Yuan
    Dolar yang dikepung Yuan

Pars Today - Financial Times mengklaim bahwa Tiongkok tengah mempersiapkan diri untuk meluncurkan dan mengoperasikan secara komersial sebuah program mata uang digital yang dapat mengubah tatanan metode pembayaran lintas batas, mengurangi ketergantungan pada dolar, dan mendekatkan Beijing dengan mitra dagangnya dalam inisiatif "Sabuk dan Jalan".

Menurut laporan IRNA mengutip Financial Times pada hari Senin (14/6) malam, platform yang dipimpin oleh Beijing ini bernama "mBridge", dan dikembangkan dengan dukungan bank sentral Tiongkok, Hong Kong, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Menurut sumber-sumber yang mengetahui masalah ini, sebuah entitas yang berbasis di Hong Kong akan didirikan untuk mengawasi operasi sistem ini.

Sumber-sumber ini tidak mengungkapkan tanggal pasti dimulainya operasi komersial proyek ini, tetapi mereka mengatakan bahwa persiapannya berada pada tahap lanjut, dan biayanya sekitar setengah dari biaya sistem pembayaran internasional konvensional. Menurut sumber-sumber ini, usaha kecil yang menganggap penggunaan sistem seperti SWIFT mahal dan sulit akan menjadi salah satu pengguna mBridge.

Motivasi Tiongkok untuk mengembangkan penggunaan global mata uang nasionalnya semakin cepat setelah perang Iran; sehingga penggunaan sistem pembayaran dan kliring lintas batas Yuan yang konvensional, yang dikenal sebagai CIPS (versi China dari SWIFT), telah meningkat secara signifikan sejak dimulainya perang Iran. mBridge adalah sistem yang independen tetapi merupakan pelengkap CIPS, dan dirancang untuk memperkuat penggunaan Yuan digital.

Proyek ini diluncurkan di saat sistem pembayaran regional lainnya juga sedang berkembang. Inisiatif seperti SEPA milik Bank Sentral Eropa, serta upaya sektor swasta seperti jaringan pembayaran lintas batas berbasis QR Code milik perusahaan China Ant Group, juga mengarah pada transaksi yang lebih cepat dan lebih murah, terutama untuk pembayaran kecil dan instan bagi para wisatawan.

Tom Keatinge, Direktur Pendiri Pusat Keuangan dan Keamanan di lembaga think tank Inggris RUSI, merujuk pada dukungan pemerintah Donald Trump terhadap stablecoin dan mengatakan: "Perlombaan senjata yang sunyi dan tanpa suara sedang berlangsung di belakang layar untuk menciptakan sistem keuangan alternatif".

Menurut Keatinge, Tiongkok ingin memperkuat posisi mata uang digitalnya, yaitu Yuan Digital (e-CNY) , dalam sistem keuangan global melalui sistem seperti mBridge. Ia menambahkan, "Dapat dikatakan bahwa proyek mata uang digital ini adalah inisiatif 'Sabuk dan Jalan', dan karena itu tidak mengherankan jika Tiongkok terus melanjutkannya dengan sungguh-sungguh".

Gene Ma, kepala unit riset China di Institute of International Finance (IFI), percaya bahwa "lanskap sistem pembayaran global yang dulunya didominasi SWIFT kini berubah menjadi sekumpulan jaringan pesaing, dan mBridge akan menjadi salah satunya".

Platform mBridge, yang kini berada di bawah kepemimpinan Beijing, menggunakan teknologi blockchain untuk memungkinkan bank sentral melakukan transaksi secara langsung dengan mata uang digital mereka sendiri. Dalam metode ini, peran dolar sebagai mata uang perantara berkurang, dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi valuta asing dipangkas hanya menjadi beberapa detik.

Menurut sumber-sumber yang mengetahui masalah ini, bank komersial juga dapat berpartisipasi dalam transaksi mBridge di bawah pengawasan bank sentral masing-masing. Sumber-sumber ini mengklaim bahwa hingga saat ini, sekitar 470 miliar Yuan (setara 69 miliar dolar AS) transaksi telah dilakukan melalui sistem ini.

Analis percaya bahwa dari perspektif strategis, sistem ini dapat memperkuat posisi China dalam perdagangan global dan memperdalam hubungan keuangan negara tersebut dengan mitra-mitra regional.

Wang Jian, analis senior sektor keuangan di perusahaan Guosen Securities China, mengatakan dalam hal ini, "Bagi para eksportir, sistem ini meningkatkan kecepatan perputaran likuiditas dan mengurangi risiko kekurangan likuiditas. Pada tingkat makro, sistem ini juga dapat meningkatkan pengaruh Tiongkok dalam tatanan moneter global dan memberikan kontribusi signifikan terhadap internasionalisasi Yuan".

Pukulan Berikutnya bagi Hegemoni Dolar: Jika mBridge berhasil diadopsi secara luas oleh negara-negara BRICS dan mitra Belt and Road Initiative, maka kebutuhan untuk memiliki cadangan dolar yang besar akan berkurang drastis. Ini adalah "perang dingin" keuangan yang sunyi, tetapi dampaknya bisa lebih dahsyat dari perang di medan fisik mana pun.

Dampak ke Iran: Bagi Iran yang baru saja menandatangani MoU untuk mencairkan asetnya, keberadaan sistem seperti mBridge adalah jalan keluar jangka panjang dari belenggu SWIFT yang dikuasai AS. Iran bisa melakukan transaksi minyak dan impor dengan mitranya tanpa takut "diputus" koneksinya oleh Washington.

Dunia sedang bergerak menuju multipolaritas finansial. Dolar masih menjadi raja, tetapi tahtanya mulai bergoyang.(Sail)