Arbain: Cara Mencegah Sengatan Panas, Gangguan Pencernaan, dan Keracunan Makanan
-
Perjalanan Arbain
Pars Today - Seorang dokter gizi berpendapat bahwa banyak masalah yang dihadapi peziarah selama perjalanan Arbain, yang harus sangat diwaspadai, meliputi sengatan panas, dehidrasi, kelemahan, tekanan darah rendah, gangguan pencernaan, dan keracunan makanan, yang semuanya dapat dicegah dengan memperhatikan beberapa hal sederhana.
Dr. Mahsa Nakhaei, dalam wawancara dengan ISNA, Minggu, 26 Juli 2026, menambahkan, "Perjalanan kaki Arbain adalah kesempatan berharga untuk mengalami perjalanan spiritual. Namun, agar kita dapat menempuh jalan ini dengan sehat, semangat, dan kekuatan yang cukup, kita perlu memberikan perhatian khusus pada nutrisi, konsumsi cairan, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip kebersihan."
Dengan merujuk pada pentingnya konsumsi cairan, ia menambahkan, "Pertama, minumlah air yang cukup. Panas, keringat, dan berjalan kaki yang lama dapat menyebabkan dehidrasi. Bahkan jika Anda tidak merasa haus, minumlah air secara teratur di sepanjang jalan. Jangan gunakan minuman yang sangat manis atau soda sebagai pengganti air, karena tidak hanya tidak menghilangkan dahaga, tetapi juga dapat menyebabkan peningkatan pengeluaran air dari tubuh."
Ketua Kelompok Peningkatan Gizi Masyarakat di Departemen Kesehatan Universitas Ilmu Kedokteran Provinsi Semnan menyebutkan poin kedua sebagai memilih makanan yang sehat dan higienis, dan menambahkan, "Untungnya, posko-posko pelayanan menyambut para peziarah dengan penuh kasih dan ketulusan. Namun, peziarah juga harus memperhatikan prinsip-prinsip kebersihan. Konsumsilah makanan hangat selagi masih panas, dan hindari makan makanan yang telah berada pada suhu ruangan selama dua jam."
Dr. Nakhaei melanjutkan, "Hindari juga mengonsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi, salad dan sayuran yang kebersihan pencuciannya tidak Anda yakini, jus buah yang tidak dipasteurisasi, dan es yang tidak higienis."
Ia menyatakan poin penting lainnya sebagai keseimbangan dalam konsumsi makanan, dan mengatakan, "Terkadang, karena variasi makanan yang disumbangkan, orang makan di setiap posko. Hal ini, selain menyebabkan rasa berat dan gangguan pencernaan, juga meningkatkan kemungkinan masalah pencernaan. Ingatlah bahwa tubuh selama berjalan kaki panjang lebih membutuhkan porsi yang ringan dan seimbang daripada porsi yang berat dan berlemak."
Dengan merujuk pada pentingnya camilan, ia menekankan, "Untuk camilan, pilihlah pilihan yang sehat seperti kurma, kismis, buah ara kering, kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan pistachio tanpa garam, biskuit gandum utuh, atau buah-buahan segar seperti pisang, apel, dan jeruk. Batasi konsumsi makanan yang digoreng dan berlemak, makanan berbumbu pedas, dan makanan cepat saji. Karena makanan ini lebih sulit dicerna dan dapat menyebabkan masalah pencernaan."
Dr. Nakhaei menekankan kepatuhan terhadap kebersihan pribadi sebagai salah satu poin terpenting selama perjalanan Arbain, dan menjelaskan, "Banyak penyakit pencernaan ditularkan melalui tangan yang terkontaminasi. Karena itu, sebelum setiap kali makan, cucilah tangan Anda dengan air dan sabun, atau jika tidak ada fasilitas, gunakan larutan atau gel antiseptik, dan hindari makan dengan tangan yang terkontaminasi."
Ketua Kelompok Peningkatan Gizi Masyarakat di Departemen Kesehatan Universitas Ilmu Kedokteran Provinsi Semnan menambahkan, "Mereka yang menderita penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit ginjal, atau masalah pencernaan harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum bepergian. Orang-orang ini harus membawa obat-obatan yang mereka butuhkan dalam jumlah yang cukup dan meminumnya sesuai jadwal."
Dr. Nakhaei menekankan, "Pasien diabetes tidak boleh melewatkan waktu makan, dan sebaiknya selalu membawa camilan yang sesuai. Lansia, anak-anak, dan ibu hamil termasuk kelompok yang rentan dan harus lebih berhati-hati dalam memastikan asupan air, cairan, dan istirahat yang cukup."
Ia melanjutkan, "Jika seseorang mengalami gejala seperti pusing, kelemahan parah, rasa haus yang berlebihan, penurunan keringat, atau kebingungan, kemungkinan dehidrasi atau sengatan panas harus dianggap serius. Segera pindahkan mereka ke tempat yang sejuk, berikan cairan yang cukup, dan jika gejala berlanjut, bawa ke fasilitas medis."
Ketua Kelompok Peningkatan Gizi Masyarakat di Departemen Kesehatan Universitas Ilmu Kedokteran Provinsi Semnan menambahkan, "Selain nutrisi yang tepat, tidur dan istirahat yang cukup juga sangat penting. Tubuh membutuhkan pemulihan energi untuk melanjutkan perjalanan. Karena itu, usahakan untuk menyediakan waktu yang cukup untuk istirahat selama perjalanan, dan hindari berjalan kaki tanpa henti dalam waktu yang lama."(Sail)