Odenplan Bergema: Stockholm Tuntut Hentikan Genosida dan Jual Senjata
-
Demonstrasi di Swedia menentang kejahatan rezim Zionis
Pars Today - Ratusan orang di pusat Stockholm, ibu kota Swedia, menggelar demonstrasi menentang kejahatan rezim Zionis di Palestina dan Lebanon.
Melansir Pars Today dari IRNA, 14 Juni 2026, demonstrasi ini diselenggarakan oleh beberapa kelompok masyarakat sipil di lapangan Odenplan, Stockholm, ibu kota Swedia, dan para pengunjuk rasa mengecam serangan Israel ke Tepi Barat dan Lebanon.
Para pengunjuk rasa Swedia membawa spanduk-spanduk bertuliskan, "Anak-anak dibunuh di Gaza", "Sekolah dan rumah sakit dibom", "Hentikan serangan ke Lebanon", dan "Akhiri kekurangan pangan".
Mereka juga menuntut penghentian serangan rezim Zionis ke Gaza, dan meminta Swedia untuk menghentikan penjualan senjata kepada rezim Zionis.
Statistik keseluruhan syuhada perang genosida rezim Zionis terhadap Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga kini telah mencapai sekitar 73.000 orang, dan jumlah korban luka meningkat menjadi lebih dari 173.000 orang.
Sementara itu, Tepi Barat juga menjadi sasaran serangan dan gempuran berulang rezim Zionis dan para pemukim Zionis.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Lebanon dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa jumlah syuhada negara ini akibat serangan rezim Zionis sejak 2 Maret tahun ini telah meningkat menjadi 3.756 orang, dan jumlah korban luka mencapai 11.632 orang.
Demonstrasi di Odenplan ini menyingkap fenomena yang semakin meluas: suara Eropa yang tidak lagi diam. Stockholm, kota yang sering diasosiasikan dengan netralitas dan perdamaian, kini menjadi panggung bagi tuntutan yang jelas, bukan hanya mengecam, tapi secara spesifik meminta pemerintah Swedia menghentikan penjualan senjata. Ini adalah evolusi dari solidaritas moral menjadi tekanan politik konkret. Dan angka-angka yang dibawa para pengunjuk rasa, 73.000 di Gaza, 3.756 di Lebanon, bukan sekadar statistik, tapi pengingat bahwa di balik setiap angka ada nama, ada wajah, ada cerita yang terputus. Ketika warga Swedia turun ke jalan membawa spanduk "Anak-anak dibunuh di Gaza", mereka sedang berkata: "Kami tidak mau tangan kami, melalui senjata kami, ikut menodai darah itu."(Sail)