Penurunan Mahasiswa Asing di Inggris Picu Krisis Keuangan Universitas
Surat kabar The Guardian melaporkan bahwa krisis keuangan universitas-universitas Inggris semakin memburuk akibat penurunan jumlah mahasiswa internasional.
Jumlah pelamar studi di universitas-universitas Inggris telah menurun karena biaya hidup di Inggris meningkat dan destinasi seperti Tiongkok dan Kanada menjadi lebih menarik bagi mahasiswa internasional.
Menurut statistik dari Kementerian Dalam Negeri Inggris, permohonan visa pelajar hingga akhir Juli 11 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan beberapa universitas juga menyatakan kekhawatiran tentang penurunan pendaftaran mahasiswa internasional sebesar 30 persen.
Para pejabat pendidikan tinggi Inggris mengatakan bahwa penurunan jumlah mahasiswa internasional telah memengaruhi pendapatan universitas dan lapangan kerja di sektor ini, bahkan meningkatkan risiko kebangkrutan bagi beberapa institusi. The Guardian juga melaporkan bahwa penurunan jumlah mahasiswa internasional dapat menyebabkan kerugian miliaran poundsterling bagi universitas, serta perekonomian lokal dan nasional Inggris.